Berita

Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo/Net

Politik

Rudy: Ketum PDIP Harus Punya Ideologi dan Trah Soekarno

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 17:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku geram dengan oknum relawan Ganjar yang menggulirkan isu Presiden Joko Widodo akan menjadi Ketum PDI Perjuangan menggantikan Megawati Soekarnoputri. Rudy bahkan ingin mencari oknum relawan yang menggulirkan isu tersebut.

"Ndak ada isu itu, yang buat isu siapa itu. Relawane sopo, mengko meh tak goleki trus tak kandani (relawannya siapa itu, tak cari, kemudian saya kasih tahu)," ujar Rudy, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/11).

Dia menilai, pernyataan terkait calon Ketum PDI Perjuangan tersebut bisa memecah belah partai. Dia juga mengingatkan tugas relawan hanya sebagai relawan, tidak perlu memikirkan partai.


Secara tegas Rudy tidak setuju dengan isu Jokowi sebagai Ketum PDIP selanjutnya. Baginya, hanya keturunan Soekarno yang merupakan kandidat tepat untuk menjabat sebagai Ketum PDIP.

"Ketua Umum PDIP harus yang punya ideologi. Kalau saya ya harus tetap trah Soekarno. Ada Mbak Puan, Mas Prananda, Mas Rizki Pratama, ada Mbak Puti, jadi enggak ada isu itu (Jokowi Ketum PDIP)," tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Rudy pun memastikan sampai saat ini tidak ada pembahasan tentang pengganti Ketum Megawati Soekarnoputri.

"Membahas (pengganti) ketua umum, tidak ada. Tidak ada bab itu. Membahas ketua umum itu di kongres bukan di pasar," imbuhnya.

Sebelumnya, isu Jokowi akan menjadi Ketum PDIP periode 2024-2029 pertama kali digulirkan oleh organ yang mengatasnamakan Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo atau KAMI Ganjar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya