Berita

Koordinator MaTA, Alfian/Net

Politik

MaTA: Parpol di Indonesia Tak Konsisten dalam Pemberantasan Korupsi

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 14:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dalam pandangan Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, partai politik (parpol) tidak konsisten dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Apalagi rata-rata yang terjerat kasus korupsi berasal dari Parpol.

"Apa yang terjadi selama ini sebenarnya merupakan bagian dari kemunduran partai politik dan demokrasi itu sendiri, tak terkecuali di Provinsi Aceh," kata Alfian, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (1/11).

Dia mencontohkan, kedatangan Irwandi Yusuf yang disambut seperti pahlawan saat mendarat di Bandara SIM, Blangbintang, Aceh Besar, Ahad (30/10). Hal tersebut, kata Alfian, merupakan sesuatu yang tak perlu dibangga-banggakan.


"Dulu Abdullah Puteh (bekas Gubernur Aceh) pada saat itu sama juga seperti ini kejadian Irwandi kemarin," ujar Alfian.

Dia menjelaskan, apa yang terjadi saat ini sudah tergambarkan tekanan sosial masyarakat Aceh seolah-olah koruptor itu hal yang biasa dibandingkan dengan pencuri ayam yang pelakunya perlu ditindak, baik itu secara kekerasan maupun secara hukum yang setimbal

"Secara tatanan sosial pencuri ayam juga dihakimi sangat berlebihan, sementara koruptor ini ada kesan memaklumi apa yang sudah dia lakukan. Padahal sebuah tindakan korupsi itu sangat berpengaruh pada tatanan masyarakat," jelas dia.

Lebih lanjut Alfian menyebutkan, ekonomi Aceh yang buruk begitu juga dengan tingginya angka stunting. Hal ini menunjukkan Pemerintahan di Aceh masih korup dan tidak ada tindakan pembenahan sama sekali.

"Kalau ini tidak mau dibenahi bagaimana peluang-peluang tindak pidana korupsi tidak terjadi lagi ke depan," tegasnya.

Sehingga, tidak ada yang bisa diambil contoh tauladan dari seorang koruptor. Bagi dia, koruptor tetaplah koruptor dan jelas tidak ada alasan untuk membanggakannya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya