Berita

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo/Ist

Politik

Diingatkan Lagi, Kemenangan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah Tak Lepas dari Peran Puan Maharani

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2022 | 22:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rekam jejak politik Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi salah satu yang terbaik di anatara politisi perempuan Indonesia hari ini. Sehingga, wajar nama Puan yang juga Ketua DPP PDIP masuk dalam bursa calon presiden jelang Pemilu 2024.

Begitu dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo saat menjadi narasumber diskusi Politik Indonesia Point bertajuk "Puan Maharani Capres Perempuan Potensial 2024", di Jakarta, Kamis (22/9).

"Beliau harus kita akui satu-satunya yang punya rekam jejak jelas. Hanya saja Ibu Puan kan bukan orang yang suka pamer," ujar Kunto.


Kata Kunto, rekam jejak politik Puan sebelum menjadi Ketua DPR RI juga pernah menjadi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di periode pertama Presiden Joko Widodo.

Soal kerja politik elektoral, diceritakan Kunto, saat Ganjar Pranowo mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah. Kemenangan Ganjar, tidak lepas dari peran Puan yang dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan dan rajin turun ke masyarakat untuk berkampanye.

"Hasilnya jelas Pak Ganjar menang artinya komitmen dia terhadap tugas itu luar biasa. Sama halnya saat memimpin DPR sekarang," katanya.

"Banyak hasil kerja beliau yang pantas diapresiasi. Kita bisa sebut saja UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) beliau jadi motor penggeraknya. Ada juga RUU Kesehatan Ibu dan Anak, ini hasil kerjanya jelas," sambung Kunto.

Dua produk hukum itu, kata Kunto lagi, adalah bukti bahwa Puan betul-betul memanfaatkan kapasitasnya sebagai Ketua DPR RI untuk menghadirkan payung hukum yang dibutuhkan kaum perempuan.

"Artinya yang tahu kebutuhan perempuan ya perempuan. Dan di sisi ini beliau sangat mampu dan berhasil memperjuangkan itu," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya