Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BEM Nusantara Komitmen Kawal Penyaluran BLT Sampai Tuntas

SENIN, 19 SEPTEMBER 2022 | 20:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Secara bertahap, pemerintah sudah mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) yang disiapkan untuk meringankan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Masyarakat pun diminta saling mengawasi agar BLT betul-betul tepat sasaran.

Sekretaris Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Reja Anggara mengatakan, dia bersama seluruh perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM Nusantara akan terus mengawal sampai BLT tuntas dicairkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kami dari BEM Nusantara akan mengawal dan mengawasi yang seperti disampaikan pemerintah bahwa akan menurunkan BLT pada masyarakat untuk memberikan manfaat langsung," kata Reja dalam keterangannya, Senin (19/9).


Adapun BLT BBM rencananya akan diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat sebesar Rp 150 ribu per bulan dan diberikan sebanyak 4 kali. Penyaluran tersebut diberikan dengan skema 2 tahap, di mana masing-masing penerima akan mendapatkan dana sebesar Rp 300 ribu.

Reja pun mendorong pemerintah terus mengatasi dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi. Menurutnya, masyarakat akan terbantu jika dampak tersebut bisa diatasi.

"Dan kemudian juga kita dari BEM Nusantara menyarankan atau merekomendasikan kepada pemerintah mengatasi dampak-dampak daripada terjadinya penyesuaian harga BBM bersubsidi," tuturnya.

Lanjutnya, salah satu sektor yang mesti diperhatikan pemerintah adalah bidang transportasi umum di mana penyesuaian harga BBM sangat terasa dampaknya pada sektor ini.

"Agar kemudian tidak memberatkan masyarakat dalam transportasi umum khususnya," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya