Berita

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustiyanti, dalam diskusi bertajuk "Siapa Ingin Presiden Perempuan", yang digelar KedaiKOPI/RMOL

Politik

Perludem: Pemimpin Perempuan Tak Hanya Harus Yakinkan Parpolnya, tapi Juga Mitra Koalisi

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 20:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Potensi perempuan menjadi pemimpin di lembaga eksekutif bukan hanya dipengaruhi faktor dukungan dari internal partai politik (parpol) yang menjadi tempat bernaungnya, tapi juga dari parpol-parpol lainnya yang akan menjadi mitra koalisi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustiyanti, dalam diskusi bertajuk "Siapa Ingin Presiden Perempuan", yang digelar KedaiKOPI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/9).

Ninis menjelaskan, tokoh perempuan yang dalam survei KedaiKOPI menyebutkan nama Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, masuk 6 besar elektabilitas tertinggi dibanding sejumlah tokoh perempuan lainnya, dipengaruhi beberapa hal.


Salah satunya, diuraikan dia, adalah prinsip parpolnya yang memberikan ruang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin di tingkat eksekutif.

"Partai-partai yang sudah punya pemimpin perempuannya, kalau PDI kan punya, kalau yang lain kan belum," ujar Ninis.

Pemimpin perempuan di tingkat eksekutif yang lahir dari PDIP, dimaksud Ninis ialah Megawati Soekarnoputri yang berhasil menjadi Presiden kelima RI.

Menurutnya, pengasosiasikan kepemimpinan perempuan di PDIP dengan peluang Puan di pemimihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang tidak lah cukup.

Sebabnya, dia melihat pengalaman di pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebelumnya, yang memperlihatkan pencalonan tokoh perempuan terhambat hanya karena tidak ada kesepakatan di antara parpol koalisi pengusung pada perspektif kelaikan.

"Kalau di eksekutif, kadang-kadang agama sering dijadikan untuk menggiring opini untuk tidak memilih perempuan. Pada Pilkada 2017 atau 2015 ada cerita," ungkapnya.

Ninis menambahkan, saat itu ada satu koalisi yang hendak mencalonkan kepala daerah dari tokoh perempuan, namun akhirnya tidak jadi karena muncul isu agama yang menyebut "perempuan tidak bisa menjadi pemimpin".

"Sudah ada yang oke koalisinya (untuk mencalonkan perempuan). Tapi di detik-detik terakhir pendaftaran ada salah satu anggota koalisi partainya yang balik badan," sambungnya.

"Nah, hal-hal seperti itu dialami oleh perempuan-perempuan. Jadi dia tidak hanya harus meyakinkan partainya, tapi juga koalisinya harus diyakinkan," demikian Ninis.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya