Berita

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Ingatkan Sandiaga, Arif Poyuono: Menghormati Prabowo Beda dengan Patuh pada Hasil Rapimnas Gerindra

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 13:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu pencalonan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno sebagai bakal calon presiden dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengundang riak-riak di internal partai berlambang kepala burung garuda.

Pasalnya, muncul desakan dari kader Partai Gerindra agar Sandiaga mundur karena dianggap sebagai pengkhianat.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mewanti-wanti Sandiaga untuk tidak bermanuver dengan mengingkari amanat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), salah satunya mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres.


"Bukan (sekadar) menghormati, tapi harus patuh dari keputusan Rapimnas yang sudah memutuskan bakal capres dari Gerindra. Dan wajib di jalankan dan dipatuhi semua kader dari akar rumput hingga petinggi partai," ujar Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/9).

Lebih dari itu, Poyuono menilai Sandiaga tidak bisa hanya berbicara di muka publik bahwa dirinya "menghormati Prabowo". Sementara di sisi yang lain dia mengaku siap menjadi bacapres dari PPP.

"Kalau ngomong menghormati Pak Prabowo, kita semua juga menghormati sebagai pimpinan tertinggi Partai Gerindra," cetus Poyuono.

"Menghormati Pak Prabowo itu berbeda dengan patuh dan taat menjalankan amanat keputusan partai dalam Rapimnas," sambungnya.

Di samping itu, Poyuono juga menilai Sandiaga terlalu jauh mencari alasan untuk melegalkan syahwatnya untuk maju di Pilpres 2024, karena sudah membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo.

"Sandiaga, enggak perlu bawa-bawa nama Kangmas Presiden Jokowi untuk berkelit dari syahwatnya untuk nyapres dari parpol lain. itu bukan urusan Kangmas Jokowi," tuturnya.

Dia justru menilai, seharusnya tugas Sandiaga sebagai menteri adalah menjalankan tugas yang diminta Jokowi selalu Kepala Pemerintahan.

"Itu sudah jadi kewajibannya, tapi sebagai kader dia wajib menjalankan putusan rapimnas," tambahnya menegaskan.

Maka dari itu, Poyuono meminta Sandiaga untuk memahami secara seksama soal perbedaan syahwat politik dengan kewajiban menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

"Sudah jelas kok setiap kader Gerindra yang tidak menjalankan keputusan hasil Rapimnas partai itu melakukan pembangkangan terhadap partai dan harus dipecat melalui Mahkamah Partai," demikian Poyuono.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya