Berita

Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Soal Upaya Jegal Anies, Ahmad Doli: Siapa yang Mampu?

SELASA, 30 AGUSTUS 2022 | 19:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia angkat bicara soal isu yang dihembuskan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief soal adanya upaya menyingkirkan Anies Baswedan menjadi calon presiden di pemilu mendatang.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi tentang para calon presiden definitif, sehingga dia mempertanyakan apa yang disampaikan Andi Arief.

"Makanya. Sekarang di mana penjegalannya? Pencalonan Pilpres dilakukan definitifnya nanti resmi di KPU. Nah sejauh ini memungkinkan siapa saja mencalon dan dicalonkan jadi saya lihat termasuk Demokrat juga bangun komunikasi dengan parpol lain," kata Doli di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (30/8).


"Jadi tidak ada lah ya yang berniat. Siapa yang mampu jegal?" imbuhnya menambahkan.  

Ketua Komisi II DPR RI ini menegaskan, partai politik memiliki pilihannya untuk mengusung calon presidennya masing-masing dan terbuka dengan siapapun calon presiden yang bakal diusung.

"Ini masing-masing parpol punya independensi sendiri dan masyarakat punya pilihan sendiri dan parpol juga punya kesempatan bangun koalisi dengan yang lain semua masih sngat terbuka," katanya.

Disinggung mengenai pilihan Presiden Joko Widodo di 2024 mendatang, Doli mengatakan bahwa pilihan presiden belum dapat dipastikan kepada tokoh tertentu.

"Emang sudah bisa dipastikan pak presiden punya dukungan ke ABC? Kan enggak. Itu tafsir mungkin beberapa orang saja. Dan itu gak bisa dipungkiri politik penuh tafsir jadi jangan cepat juga ambil kesimpulan dan buat tafsir kemudian dibuat jadi pendapat umum nanti buat keresahan baru di masyarakat," ujarnya.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya