Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad/Net

Politik

Gerindra: Klaim Pemerintah BBM Bebani APBN itu Informasi Tidak Benar!

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 13:50 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bakal memicu menurunnya daya beli masyarakat. Pasalnya, kenaikan BBM secara otomatis berdampak terhadap kenaikkan harga kebutuhan pokok lainnya.

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad mengurai, berdasarkan data anggaran yang dikeluarkan oleh Kemenkeu realisasi belanja subsidi energi hingga semester satu ini baru mencapai Rp 75,59 triliun.

Dari jumlah tersebut, subsidi BBM dan LPG Tabung 3 Kg baru mencapai Rp 54,31 triliun atau 36,36 persen dari Pagu APBN 2022 (Perpres No. 98 Tahun 2022), dan realisasi subsidi listrik mencapai Rp 21,27 triliun atau 35,71 persen dari pagu.


"Artinya kita bisa lihat jelas di sini, klaim pemerintah yang menyatakan harga BBM subsidi  saat ini sudah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 502 triliun, jelas merupakan informasi yang tidak benar,” tegas Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/8).

“Sebab, untuk tahun 2022 ini, masih ada sekitar 65 persen lagi alokasi APBN untuk subsidi energi untuk di semester II. Subsidi energi meliputi: BBM, Listrik dan LPG3 kg,” imbuhnya.

Pihaknya meminta agar pemerintah untuk berpikir ulang untuk mengurangi subsidi BBM jenis Pertalite dan Solar Dexlite karena akan menurunkan daya beli masyarakat dan terjadi inflasi seluruh sektor perekonomian.

"Karena itu, dilihat dari sisi anggaran, rencana kenaikan BBM subsidi bukan opsi yang tepat. Karena dapat pengaruhi lonjakan inflasi dan daya beli potensi menurun drastis, ekonomi bisa terjadi stagflasi,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya