Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani, dinilai sudah menyatakan siap bertarung pada 2024/Ist

Politik

Adi Prayitno: Puan Memberikan Penegasan Dirinya Siap Bertanding di 2024

KAMIS, 18 AGUSTUS 2022 | 09:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD RI mendapatkan pujian sejumlah pihak. Puan dinilai cukup tegas menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah, langsung di hadapan Presiden Joko Widodo dan para menteri.

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, Puan Maharani sedang menegaskan bahwa dirinya siap bertanding dalam kontestasi Pilpres 2024. Hal itu terlihat saat Puan menyinggung soal peran penting perempuan dalam pemerintah dan seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Yang menjadi menarik, memang seakan-akan pidato Puan secara umum itu adalah penegasan dirinya cukup siap bertanding dalam 2024,” kata Adi ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/8).


Adi menambahkan, sikap yang ditonjolkan Puan dalam sidang tahunan kemarin, menjadi penegasan bahwa dirinya akan maju Pilpres dari PDI Perjuangan. Pasalnya, Puan sudah menunjukkan kinerjanya di hadapan pemerintah dan masyarakat dengan melakukan kerja nyata di lapangan dan tidak main-main untuk maju menjadi calon presiden.

“Dulu orang masih belum terkonfirmasi bahwa Puan akan masuk. Tapi belakangan disertai dengan kerja-kerja politik turun ke bawah Puan sedang sepertinya ingin menunjukkan kepada publik bahwa dia adalah salah satu figur yang sangat layak untuk diperhitungkan untuk maju di 2024,” papar Adi.

Pihaknya juga memuji gaya penyampaian pidato Puan Maharani yang tertata rapi dan tegas dalam menyampaikan apa yang menjadi kegelisahannya selama ini juga sebagai Ketua DPR RI.

“Makanya gaya bahasa intonasi (Puan) menurut saya cukup tertata dengan baik pemilihan-pemilihan angle substansi juga cukup menarik itu menunjukkan bahwa Puan adalah salah satu figur perempuan yang juga sangat layak untuk diikutsertakan dalam Pilpres 2024 yang akan datang,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya