Berita

Pertemuan parlemen Latvia di Riga pada Kamis (11/8)/Net

Dunia

Parlemen Latvia Sepakat Akui Rusia Sebagai Negara Sponsor Terorisme

JUMAT, 12 AGUSTUS 2022 | 13:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Parlemen Latvia sepakat untuk menyebut Rusia sebagai negara pendukung terorisme atas tindakan genosida yang Moskow targetkan terhadap rakyat Ukraina. Mereka juga menyerukan agar negara anggota Uni Eropa lainnya melakukan hal yang sama.

Keputusan untuk menyebut Rusia sebagai negara pendukung teroris mendapatkan dukungan dari 67 anggota parlemen, tanpa ada yang menolak atau abstain dalam pemungutan suara pada Kamis (11/8).

"Kami mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme atas upaya pencapaian politik lewat kekerasan pada Ukraina dan menyerukan negara-negara lain yang berpikiran sama untuk mengungkapkan pandangan yang sama," kata parlemen, seperti dimuat The Defense Post.


Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memuji hasil pemungutan suara itu sebagai langkah yang tepat waktu dan pihaknya juga ikut mendorong negara dan organisasi lain untuk mengikuti kebijakan seperti Latvia.

Sementara itu, jurubicara kementerian luar negeri Rusia mengutuk pemungutan suara Latvia dan menyebutnya sebagai tindakan xenophobia karena menganggap para ideolog sebagai neo-Nazi.

Parlemen Latvia juga menentang keras penggunaan amunisi tandan oleh pasukan Rusia untuk menebar ketakutan dan membunuh warga sipil tanpa pandang bulu. Selain itu,  parlemen mendesak Uni Eropa untuk berhenti mengeluarkan visa turis bagi warga Rusia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya