Berita

Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat/Net

Politik

Baru Cair Rp 2,4 Triliun, KPU Realokasi Anggaran untuk Kebutuhan Tahapan Pendaftaran

SELASA, 26 JULI 2022 | 15:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggaran pelaksanaan Pemilu serentak 2024 yang sudah dicairkan pemerintah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) bar sebesar Rp 2,4 triliun untuk tahun ini.

Anggota KPU RI Yulianto Sudrajat menjelaskan, dari anggaran pelaksanaan Pemilu yang sudah cair untuk kebutuhan tahun ini, pihaknya coba memaksimalkannya.

"Khusus yang 2022 ini total kan Rp 8 triliun. Sudah tersedia di awal tahun anggaran Rp 2,4 triliun. Kekurangannya berarti Rp 5,6 triliun," ujar Yulianto saat ditemui di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7).


Yulianto menjelaskan, proses pencairan anggaran yang dikerjakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak ada persoalan.

"Penelaahan anggaran itu bulan Juli ini, yang diajukan KPU untuk tahapan itu. Kan kebutuhannya yang sudah disetujui, total itu kan Rp 76,6 triliun. Itu sudah selesai dan itu terbagi pada 3 tahun jamak kan. Mulai tahun 2022, 2023, dan 2024," paparnya.

Meski begitu, mantan Ketua KPU Jawa Tengah ini memastikan bahwa proses pencairan sedang diproses Kemenkeu, mengingat DPR telah menyetujui anggaran yang dibutuhkan KPU untuk penyelenggaraan Pemilu serentak 2024.

"Kemarin otomatis ditindaklanjuti setelah ada keputusan di DPR itu oleh Kementerian Keuangan. Di Kemenkeu pasti ditelaah, dibahas, dan pembahasan itu sudah selesai," ucapnya.

Lebih lanjut, Yulianto menuturkan bahwa anggaran yang seyogyanya dipergunakan untuk yang lain, karena akan dilaksanakan tahapan pendaftaran, verifikasi, dan penetapan parpol peserta pemilu DPR dan DPRD, maka KPU akan merealokasikannya untuk kebutuhan tersebut.

"Untuk membiayai tahapan-tahapan tadi sementara yang Rp 2,4 triliun itu. Sebagian kita geser-geser, realokasi untuk kebutuhan prioritas," demikian Yulianto.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya