Berita

Warga membantu membawa korban tembak selama operasi penggerebekan polisi di Alemao, Rio de Janeiro, Brasil pada Kamis, 21 Juli 2022/AP News

Dunia

Kerahkan 10 Kendaraan Lapis Baja dan Empat Pesawat, Polisi Brasil Gerebek Sarang Geng Kriminal

JUMAT, 22 JULI 2022 | 12:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kepolisian Brasil melakukan operasi penggerebekan besar-besaran di kawasan kumuh Alemao, Rio de Janeiro, yang diyakini sebagai sarang geng kriminal.

Operasi tersebut melibatkan sekitar 400 perwira polisi,10 kendaraan lapis baja, dan empat pesawat.

Berbicara dalam konferensi pers pada Kamis (21/7), jurubicara kepolisian mengatakan, 18 orang meninggal dunia selama operasi, 16 di antaranya diyakini sebagai anggota geng kriminal. Sementara dua lainnya adalah aparat, dan seorang perempuan yang tinggal di kawasan tersebut.


Banyak korban tewas memicu kekhawatiran adanya pelanggaran hak asasi manusia.

"Ini pembantaian, yang polisi sebut operasi. Mereka (polisi) tidak membantu kami (korban)," kata seorang warga, seperti dimuat Associated Press.

Warga menyebut, keadaan di kawasan itu sama seperti negara-negara perang.

“Kami takut tinggal di sini,” teriak salah seorang warga setelah penggerebekan.

Gilberto Santiago Lopes dari Komisi Hak Manusia Anacrim mengatakan polisi menolak membantu orang-orang yang terluka.

“(Polisi) tidak bertujuan untuk menangkap mereka, mereka bertujuan untuk membunuh mereka. Jadi jika mereka terluka, mereka pikir mereka tidak pantas mendapatkan bantuan,” kata Gilberto.

Geng kriminal di Alemo diyakini terlibat dalam pencurian kargo,  perampokan ban, dan merencanakan serangan.

Demi memerangi kejahatan terorganisir, polisi terus melakukan operasinya di daerah-daerah kumuh. Presiden Brasil Jair Bolsonaro mendukung taktik tersebut.

“Gangster harus mati seperti kecoak,” ucap Bolsonaro, dikutip dari Reuters.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya