Berita

Jenazah dikeluarkan dari klub malam tempat 21 remaja meninggal pada dini hari, di London Timur, Afrika Selatan, Minggu 26 Juni 2022/Net.

Dunia

Polisi Temukan Kandungan Metanol di Tubuh 21 Remaja Afrika yang Tewas di Kedai Minuman

RABU, 20 JULI 2022 | 12:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyelidikan terbaru pihak berwenang menemukan jejak bahan kimia beracun metanol di tubuh 21 remaja yang meninggal di sebuah klub malam Afrika Selatan bulan lalu.

Keterangan tersebut disampaikan Wakil Direktur Provinsi Eastern Cape untuk Layanan Klinis, Litha Matiwane,  pada konferensi pers Selasa.

"Metanol telah terdeteksi di semua 21 orang yang ada di sana, namun masih ada analisis progresif dari tingkat kuantitatif metanol dan apakah itu bisa menjadi penyebab akhir kematian," kata Matiwane, seperti dikutip dari Africa News, Rabu (20/7).


"Pihak berwenang masih menunggu hasil konklusif yang sedang dilakukan di laboratorium di kota Cape Town," katanya.

Metanol adalah bentuk alkohol beracun yang digunakan secara industri sebagai pelarut, pestisida atau sumber bahan bakar alternatif. Itu tidak digunakan dalam produksi alkohol yang dijual untuk konsumsi manusia.

Belum diketahui bagaimana anak-anak itu menelan metanol.

"Keracunan alkohol dan inhalasi karbon monoksida keduanya telah dikesampingkan sebagai kemungkinan penyebab kematian meskipun jejak keduanya terdeteksi di tubuh 21 korban," kata Matiwane.

Tragedi di kedai Enyobeni di kota kecil Scenery Park yang miskin di kota pesisir London Timur pada tanggal 26 Juni menyebabkan keterkejutan dan kesedihan di negara yang biasa melihat korban akibat budaya minum-minuman keras itu.

Banyak remaja, yang berusia antara 13 dan 17 tahun, ditemukan tewas di kedai, dengan tubuh mereka berserakan di meja dan sofa. Lainnya meninggal setelah mereka dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Polisi Afrika Selatan akan dipandu oleh hasil akhir dari analisis toksikologi untuk menentukan apakah ada orang yang akan menghadapi tuntutan pidana atas 21 kematian," kata menteri Kepolisian nasional Bheki Cele.

Pemilik kedai Enyobeni dan beberapa karyawannya ditangkap dan saat ini dibebaskan dengan jaminan karena mereka menghadapi tuduhan terkait pelanggaran undang-undang perdagangan minuman keras, termasuk penjualan minuman keras kepada anak-anak.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa berbicara pada pemakaman massal untuk para remaja dan bersumpah bahwa pemerintahnya akan mengambil tindakan untuk mencegah alkohol disajikan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya