Berita

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba/Net

Dunia

Ukraina: Negosiasi Damai Hanya Akan Terjadi Jika Rusia Kalah di Medan Perang

SELASA, 19 JULI 2022 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik antara Rusia dan Ukraina masih terus memanas, upaya negosiasi belum menunjukkan tanda-tanda berakhirnya perang.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba, sementara itu, menyampaikan syarat tercapainya negosiasi damai: Rusia harus kalah di medan perang.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Forbes Ukraina yang diterbitkan pada Senin (18/7), Kuleba menyebut "perilaku agresif" Rusia sebagai alasan tidak adanya pembicaraan damai, dengan alasan bahwa setiap negosiasi terkait langsung dengan situasi di garis depan.


“Saya memberi tahu semua mitra satu hal sederhana: 'Rusia harus duduk di meja perundingan setelah kalah di medan perang. Kalau tidak, itu akan menjadi bahasa ultimatum lagi," jelas Kuleba, seperti dikutip dari RT, seperti dikutip dari RT, Selasa (19/7).

Dia menekankan bahwa Presiden Zelensky tidak mengesampingkan kemungkinan negosiasi tetapi saat ini belum ada alasan yang mengarah ke sana.

“Dia mengomunikasikan hal ini dengan sangat jelas kepada para pemimpin negara yang telah mengisyaratkan negosiasi. Para pemimpin ini juga berhenti membicarakannya,” kata Kuleba.

Moskow dan Kiev memulai pembicaraan damai empat hari setelah dimulainya serangan militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari.

Kedua belah pihak bahkan telah mengadakan beberapa putaran secara langsung di Belarus dan kemudian melanjutkan pembicaraan melalui tautan video.

Pada akhir Maret, delegasi dari Rusia dan Ukraina bertemu sekali lagi, di Istanbul. Namun, sejak itu, pembicaraan benar-benar terhenti. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah memberikan Ukraina rancangan perjanjian tetapi Kiev mengabaikannya. 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya