Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

15 Warga di Enugu Nigeria Diculik Teroris yang Menyamar sebagai Penggembala

SELASA, 19 JULI 2022 | 06:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyerangan dan penculikan kembali terjadi di Nigeria. Setidaknya, lima belas warga dari Komunitas Mgbuji di Enugu, tenggara Nigeria, menjadi korban penculikan sekelompok orang bersejata pada Senin (18/7).

Seorang saksi mengatakan, pagi itu sejumlah penduduk desa pergi ke pertanian dengan becak. Para pelaku  yang menyamar sebagai penggembala, tiba-tiba mencegat mereka dan membawanya pergi.

Juru Bicara Komunitas Mgbuji, Chijioke Ogbodo, membenarkan penculikan tersebut, menduga pelaku adalah para milisi Fulani. Dalam kecamannya ia menyesali bahwa penculikan oleh teroris masih terus terjadi dan pihak keamanan nampaknya belum cukup upaya untuk melakukan sesuatu.


“Sejak mereka (milisi Fulani) mulai menyerang komunitas kami, baik polisi maupun angkatan laut tidak terlihat menangkap mereka. Kami menerima informasi tentang serangan tadi pagi. Kami memanggil semua agen keamanan yang dikerahkan ke Eha-Amufu, tetapi sayangnya mereka tidak menanggapi panggilan darurat kami. Ini adalah tragedi kami,” sesalnya.

Pekan lalu, peristiwa yang sama terjadi. Teroris menculik tujuh warga dari Komunitas Mgbuji dan menembak tiga warga lainnya hingga tewas.

Mgbuji dan beberapa wilayah lainnya di Eha-Amufu berada di bawah bayang-bayang ketakutan terhadap aksi para teroris. Sejumlah serangan terjadi sejak September 2021 hingga saat ini.

Banyak orang telah terbunuh, sejumlah besar rumah dan properti bernilai ribuan dan ribuan naira telah dihancurkan. Begitu banyak orang lain yang sama-sama diculik untuk meminta tebusan.

Ogbodo telah meminta pemerintah setempat untuk melakukan sesuatu segera untuk menyelamatkan para korban. Korban, kebanyakan adalah para petani, hanyalah warga biasa yang pergi ke peternakan mereka untuk mendapatkan apa yang akan mereka makan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya