Berita

Antrean kendaraan di Montana dampak dari badai yang melanda wilayah tersebut/Net

Dunia

Badai Landa Montana, Puluhan Mobil Tabrakan Beruntun dan 6 Orang Tewas

MINGGU, 17 JULI 2022 | 01:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Enam orang tewas akibat badai debu yang dipicu oleh embusan angin berkecepatan 60 mph yang terjadi pada Jumat (15/7) di Montana Amerika Serikat(AS). Selain itu, ada sekitar 21 kendaraan terlibat tabrakan beruntun akibat berkurangnya jarak pandang.

"Sepertinya ada angin kencang, menyebabkan badai debu dengan jarak pandang nol," kata petugas Patroli Jalan Raya Montana, Sersan Nelson.

Sebuah video dari Billings Gazette menunjukkan ratusan truk, van kemping dan mobil mundur bermil-mil di sepanjang dua jalur menuju timur jalan menghindari tabrakan beruntun.


Menurut Ahli Meteorologi, badai tersebut memicu terjadinya badai petir hebat yang menutupi Hardin dan bagian lain dari Montana. Ahli meteorologi memperkirakan potensi hujan es, embusan angin yang tersebar hingga 75 mph dan sering terjadi kilat.

Atas kejadian ini Gubernur Montana Greg Gianforte menyampaikan kesedihannya melalui Twitter. Ia mengajak semua orang berdoa bersama untuk keluarga korban tewas dan korban luka-luka akibat insiden ini.

Terjangan badai juga memicu badai petir di Hardin dan beberapa area lainnya di Montana hingga Jumat malam. Sejumlah pakar meteorologi setempat memprediksi cuaca buruk masih akan terjadi di Montana, termasuk hujan es, angin kencang dan sambaran petir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya