Berita

Ilustrasi/Net

Politik

BPS: 26,16 Juta Orang Miskin Tahun 2022, Lebih Tinggi Dibanding Sebelum Pandemi

JUMAT, 15 JULI 2022 | 13:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah penduduk miskin di Indonesia yang tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2022 atau Triwulan I-2022 ada sebanyak 26,16 juta orang.

Kepala BPS, Margo Yuwono mengklaim, angka tersebut masih lebih rendah dibanding sebelum pandemi Covid-19.

"Kalau dibandingkan tingkat kemiskinan yang terjadi di Maret 2022 ini (dengan) sebelum pandemi, itu tingkat kemiskinan (sebelum pandemi) masih lebih tinggi," ujar Margo dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BPS, Jumat (15/7).


Jumlah penduduk miskin per bulan Maret 2022 turun 0,34 juta orang dari data Triwulan IV-2021 atau September 2021 yang sebanyak 26,50 juta orang.

Jika dibandingkan secara tahunan, dipaparkan Margo, jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 ini juga tercatat turun 1,38 juta orang dibanding Maret 2021 yang tercatat 27,5 juta orang.

Akan tetapi hal berbeda didapati BPS, jika dibandingkan dengan masa sebelum Covid-19, atau tepatnya pada Maret 2019 yang kala itu jumlah penduduk miskin tercatat 25,41 juta orang atau sebesar 9,41 persen dari total penduduk Indonesia.

"Artinya kondisinya masih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi," demikian Margo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya