Berita

Ukraina akan lanjutkan ekspor gandum lewat laut merah/Net

Dunia

Capai Kesepakatan, Ukraina Akan Lanjutkan Ekspor Biji-Bijian

KAMIS, 14 JULI 2022 | 11:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ukraina akan menandatangani kesepakatan untuk lanjutkan ekspor biji-bijian dari Laut Hitam. Hal ini disampaikan setelah para delegasi mencapai awal kesepakatan saat berdiskusi di Istanbul pada Rabu(13/7). Pertemuan Rabu membahas poin-poin teknis dasar untuk membuka blokir ekspor gandum Ukraina.
 
Penandatanganan ini akan diadakan dan ditinjau kembali di Istanbul pada minggu depan, yang akan dihadiri oleh Rusia, Ukraina, Turki dan PBB.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa pada pertemuan Rabu kemarin semua pihak telah menyepakati tentang kontrol bersama dalam pengiriman ekspor di pelabuhan.


Turki yang menjadi jembatan antar negara ini akan mendirikan pusat koordinasi dengan Ukraina, Rusia, dan PBB. Ia juga memastikan keamanan untuk Ukraina dalam rute ekspor biji-bijian, dan Turki yang didukung oleh PBB akan memeriksa kapal Ukraina untuk menghilangkan ketakutan Rusia akan penyelundupan senjata.

Sementara itu, Rusia juga sepakat akan melakukan gencatan senjata saat pengiriman barang berlangsung.

Hal ini merupakan satu langkah yang baik untuk meringankan krisis pangan global, mengingat selama terhentinya ekspor dari Ukraina dan Rusia, harga biji-bijian melonjak cukup tinggi. Menyebabkan puluhan kapal terdampar dan sekitar 20 juta ton biji-bijian terjebak di ruang penyimpanan Ukraina.

"Kami telah melihat langkah maju yang kritis," ucap Sekjen PBB, Antonio Guterres.

"Lebih banyak pekerjaan teknis sekarang diperlukan untuk mewujudkan kemajuan hari ini. Tetapi momentumnya jelas." lanjut Guterres, dikutip dari Reuters.

Lebih lanjut sekjen PBB ini berharap bahwa kesepakatan ini akan mencapai tahap akhir.

"Saya optimis, tetapi itu belum sepenuhnya selesai," ucap Guterres.

PBB terus berupaya agar penjualan ini bisa berjalan tanpa adanya hambatan dengan tujuan untuk mengurangi kenaikan harga pangan di pasar Internasional, Rusia dan Ukraina dianggap mempunyai pengaruh yang paling besar dalam pasar global, terutama bagi negara-negara miskin di Afrika dan Timur Tengah.

Amerika Serikat mengatakan bahwa biji-bijian dan pupuk Rusia tidak dikenakan sanksi, pihak AS telah menawarkan untuk memberikan jaminan tertulis kepada perusahaan pelayaran dan negara pengimpor.

Petani dari kedua negara ini diketahui sedang memanen tanaman gandum, dan pada bulan juli sampai november mendatang mereka para pedagang sibuk untuk mengirimkan hasil panennya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya