Berita

Ilustrasi/Repro

Politik

Jumlahnya Sangat Signifikan pada 2024, Wajar Milenial Jadi Incaran Parpol

SELASA, 12 JULI 2022 | 15:51 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Banyaknya partai politik yang mengincar generasi Milenial dan generasi Z bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, jumlah pemilih dari generasi tersebut sangat siginifikan pada Pemilu 2024.

"Saat ini baru 1.793.587 pemilih yang terdaftar di KPU Kota Bandung, dari data 31 Juni 2022 hampir 40 Persen yang masuk adalah pemilih milenial," kata Ketua KPU Kota Bandung, Suharti, saat dihubungi, Selasa (12/7).

Suharti mengungkapkan, ada 50 hingga 2.000 pemilih baru yang terdaftar di KPU Kota Bandung. Mayoritas, pendaftar adalah mereka yang masuk dalam kategori pemilih pemula.


Di Kota Bandung, diperkirakan 40 persen pemilih hak suara di kota Bandung akan diisi generasi Milenial dan generasi Z pada Pemilu 2024.

"Dari data yang kita muktahirkan, pertambahan usia 17 tahun itu cukup tinggi," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurut Suharti, angka tersebut menjadi alasan kuat bagi banyak parpol untuk menggaet generasi milenial dan generasi Z. Apalagi, menurut kelaziman, pemilih pemula kerap dikategorikan kepada swing voters.

"Mereka swing voter, karena pilihan mereka biasanya belum mantap, masih bisa berubah-ubah," tuturnya.

"Mungkin itulah yang diincar Parpol bagaimana swing voter ini bisa mereka maksimalkan di Pemilu 2024, karena jumlahnya signifikan," tandasnya.

Sejumlah partai politik terang-terangan mengincar anak-anak muda Kota Bandung. Partai Nasdem Kota Bandung mengklaim 58 persen kadernya diisi oleh generasi Milenial. Bahkan, penjaringan bakal calon anggota legislatif juga mayoritas diikuti oleh kalangan muda.

Seperti yang dilakukan PDI Perjuangan Jabar dengan mengepakkan sayap partai yang berisikan anak-anak muda. Organisasi sayap, Taruna Merah Putih telah diproyeksikan untuk dapat menggaet generasi muda potensial se-Jawa Barat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya