Berita

Tersangka pembunuhan mantan PM Jepang Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami, ditangkap/Net

Dunia

Penembak Shinzo Abe Kesal Ibunya Bangkrut karena Beri Banyak Sumbangan untuk Kelompok Agama

SENIN, 11 JULI 2022 | 17:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Motif pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah terungkap. Tersangka, Tetsuya Yamagami, mengaku kesal pada Abe dan kelompok agama tertentu karena ibunya mengalami kebangkrutan usai memberi sumbangan besar.

Kepada penyidik, Yamagami mengatakan Abe telah membuat ibunya bangkrut karena memberikan sumbangan yang cukup besar untuk kelompok agama Unification Church atau Gereja Unifikasi.

Menurut Yamagami, seperti dimuat Kyodo News, itu adalah kelompok agama yang Abe promosikan.


Kepala gereja, Tomihiro Tanaka, mengonfirmasi bahwa ibu Yamagami merupakan anggota dari Gereja Unifikasi. Ia telah bergabung sejak 1998, namun berhenti dari 2009, dan melanjutkannya pada 2017.

Namun Tanaka menyebut Abe bukan merupakan anggota maupun penasihat dari gereja tersebut.

Menurut laporan dari kepolisian, gereja menolak untuk mengomentari lebih lanjut tentang sumbangan yang dimaksud.

Yamagami sendiri merupakan mantan pelaut, dan pernah bekerja sebagai operator di Kyoto. Ia kehilangan pekerjaannya karena masalah kesehatan.

Dari laporan NHK, Yamagami telah dua kali mengikuti Abe ke acara kampanye di Okayama pada 7 Juli, dan di Nara pada 8 Juli. Ia kemudian tiba di lokasi penembakan di Nara satu jam sebelum Abe mulai berbicara.

Kendati begitu, Yamagami membantah adanya motif politik dari kebencian tersebut.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya