Berita

Penembakan dan pembunuhan mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe, menjadi berita yang menggemparkan Jepang/Net

Dunia

Insiden Penembakan Shinzo Abe, Profesor Shiro Kawamoto: Keamanan di Jepang Harus Ditingkatkan

SABTU, 09 JULI 2022 | 12:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kasus penembakan yang menewaskan mantan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe pada Jumat (8/7), mengejutkan warga Jepang. Pasalnya, kasus penembakan di negara ini sangat jarang terjadi.

World Population Review, Institute for Economics and Peace, mengeluarkan laporan bahwa Jepang menduduki posisi ke-9 sebagai negara yang paling aman di dunia.

Jepang dinilai aman karena memiliki sistem hukum yang ketat. Kekerasan senjata yang mengakibatkan kematian jarang terjadi. Kejadian ini tentu saja menggemparkan, bahkan masuk ke dalam trending topic di Twitter. Penduduk Jepang sendiri tidak pernah mengira ini bisa terjadi kepada petinggi negara itu.


“Orang-orang Jepang dalam keadaan shock,” kata Shiro Kawamoto, profesor di College of Risk Management di Nihon University di Tokyo.

Kawamato menyerukan untuk lebih meningkatkan lagi keamanan negara itu.

“Ini berfungsi sebagai peringatan bahwa kekerasan senjata dapat terjadi di Jepang, dan keamanan untuk melindungi politisi Jepang harus diperiksa kembali,” lanjut Kawamoto, sebagaimana dikutip dari NPR, Jumat (8/7).

“Menganggap serangan semacam ini tidak akan pernah terjadi akan menjadi kesalahan besar,” ia memperingatkan.

Tingkat kepemilikan dan kekerasan senjata di Jepang memang termasuk yang paling rendah di dunia, sebab  peraturan senjata di negara ini dinilai sangat ketat. Jepang juga disebut menjadi negara pertama yang membuat undang-undang pemberlakuan senjata api. Bahkan polisi di negara ini jarang menggunakan senjata tersebut.

Di bawah hukum Jepang, tanpa izin khusus, kepemilikan senjata api adalah ilegal. Mengimpornya juga ilegal. Aturan yang sama berlaku untuk beberapa jenis pisau dan senjata tertentu lainnya, seperti busur silang.

Bagi warga Jepang yang berniat memiliki senjata api harus melewati rangkaian prosedur yang panjang untuk mendapatkan lisensi, itu pun diijinkan hanya untuk memiliki senapan angin.

Terakhir kali seorang perdana menteri Jepang dibunuh adalah pada 1932, ketika Inukai Tsuyoshi ditembak dalam kudeta oleh perwira angkatan laut bersenjata yang dikenal dengan "insiden 15 Mei", seperti dilaporkan NPR.

Nobusuke Kishi mantan perdana menteri Jepang yang menjabat pada 1957 hingga 1960, yang sekaligus merupakan kakek dari Abe, pernah mendapat tikaman di paha saat acara di Kantor Perdana Menteri. Namun, ia selamat dari upaya pembunuhan tersebut.

Di awal karir Abe sebagai politikus, ia juga disebut pernah menjadi sasaran serangan anggota kelompok yakuza yang melemparkan bom molotov ke rumahnya dan kantor pendukungnya beberapa kali pada tahun 2000.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya