Berita

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang/Repro

Politik

OSO: Ketua Umum Partai Politik Wajib Datang Ketika Diundang KPK

KAMIS, 30 JUNI 2022 | 11:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang berikan sindiran kepada ketua umum dan petinggi partai politik yang tidak hadir saat diundangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sindiran itu, disampaikan OSO, sapaan karibnya, dalam acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/6).

OSO yang mengklaim membawa seluruh pengurus Partai Hanura, menyindir ketidakhadiran petinggi parpol yang lebih dulu diundang oleh KPK.


"Dan ini belum pernah terjadi kalau kita menemui instansi di manapun berada. Jadi katanya, kenapa ramai-ramai (Hanura) ini, karena KPK nanti takut ditangkap, bukan," katanya.

"Kami tidak takut dengan perbuatan-perbuatan maksiat itu semua. Justru kami ingin bersama-sama KPK untuk mengingatkan dan menyadarkan semua pihak seperti apa yang tadi diungkapkan oleh Pak Mawarta," sambung OSO.

Dia lantas menyindir parpol lainnya yang para petingginya tidak hadir dalam undangan KPK. Padahal kata OSO, acara KPK saat ini sangat penting dan bermanfaat.

"Cuma, apakah semua partai-partai hadir seperti kita ini? Dan ketua umumnya? Jangan sampai nanti ada perbedaan-perbedaan antara partai A dengan partai B yang tidak menerima masukan-masukan yang betul-betul bermanfaat, dan sangat-sangat betul-betul diharapkan oleh masyarakat dalam membersihkan koruptor di Indonesia ini," kata OSO.

Selain itu, mantan Ketua DPD RI ini menambahkan, kehadirannya di acara PCB KPK ini juga bertujuan untuk mengingatkan kepada parpol lainnya, bahwa para petinggi parpol wajib hadir ketika diundang oleh KPK.

"Bahwa ketua umum sebuah partai yang telah diatur oleh sistem kenegaraan kita, terutama dalam penegakan hukum, maka wajib semua partai, wajib semua ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara umum, harus hadir di ruangan ini," demikian OSO.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya