Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan orasi ilmiah kepada 1.784 wisudawan Pascasarjana, Sarjana, dan Profesi Universitas Nasional (Unas) di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/6)Ist

Nusantara

Rektor dan Guru Besar Kagum dengan Paparan Airlangga Hartarto di Wisuda Unas

SENIN, 20 JUNI 2022 | 00:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan orasi ilmiah dan pembekalan kepada 1.784 wisudawan Pascasarjana, Sarjana, dan Profesi Universitas Nasional (Unas) di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/6).

Airlangga menyampaikan kepada generasi milenial agar lebih kreatif dalam membaca peluang untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun global di tengah tantangan digitalisasi yang semakin berkembang.

Selain itu, Airlangga menyampaikan proram Kartu Prakerja yang sudah diakses oleh 115 juta masyarakat. Lebih dari 88 juta sudah bisa mengunduh dan terkualifikasi.


Di bidang digitalisasi, Indonesia siap membangun infrastruktur 5G. Meski demikian, dia mendorong agar para wisudawan menjadi pelaku wirausaha (entrepreneur).

Memanfaatkan pembelajaran dan pelatihan yang disediakan oleh pemerintah termasuk bagi kaula muda yang ingin bergerak di bidang digital. Menurutnya, Indonesia merupakan pasar potensial di sektor digital yang pada tahun 2020 mencapai 44 miliar dollar AS, sedangkan di 2021 mencapai 70 miliar dollar AS dan diperkirakan pada 2025 nanti sebesar 130 miliar dollar AS.

Ditegaskan Airlagga, pasar digital Indonesia menjadi yang terbesar di antara negara-negara ASEAN.

Orasi ilmiah Airlangga Hartarto mendapat respon positif dari Rektor dan para Guru Besar Unas. Rektor Unas El Amry Bermawi Putera menyatakan orasi ilmiah Menko Perekonomian tersebut memberikan data yang sangat aktual.

Menurutnya permasalahan 5 C (covid, conflict, climate change, commodity crisis, cost of living) yang diangkat Airlangga merupakan fenomena global. Namun bangsa Indonesia mampu menangani dan melawati problem tersebut.

“Alhamdulillah informasi-informasi itu dari tangan pertama dan (hasilnya) sangat menggembirakan. Informasi yang langsung dan tidak digoreng-goreng dan betul apa adanya. Hal ini menunjukkan kinerjanya Pak Menko (Airlangga), saya kira luar biasa. Menurut saya, kita kan termasuk Champions dalam menangani covid-19. Malah dunia minta tolong Indonesia untuk penanganan covid-19,” terang El Amry.

Dia menilai kinerja Airlangga (Menko Perekonomian) sebagai pembantu Presiden, mampu mengatasi covid-19, mendatangkan jutaan vaksin, dan menjaga stabilitas ekonomi. Hal itu tak lepas dari pengalaman panjang Airlangga di Partai Golkar, level eksekutif maupun legislatif sehingga tahu permasalahan lapangan.

“Saya kira on the track lah. Beliau sebagai pembantu Presiden, sudah melakukan tugasnya dengang baik untuk negara. Salah satu yang cocok sebagai pemimpin bangsa ini, lama di Golkar, lama juga di DPR, tahu masalah legislatif, eksekutif, komplitlah,” puji El Amry.

Senada dengan rektor Unas, Guru Besar Universitas Nasional lainnya Umar Basalim memberikan apresiasi kepada orasi Airlangga. Dalam hematnya, pemaparan Menko Perekonomian itu sangat tepat. Mampu memberikan stimulus kepada para wisudawan tentang masa depan. Menjelaskan pos-pos yang harus mereka tempati dan menawarkan pekerjaan yang sifatnya berbasis digital. Jadi bisnis di bidang digital masih terbuka lebar.

“(Orasi) Pak Airlangga itu mengena sekali ya. Menggambarkan masa depan, terus menjelaskan pos-pos yang mereka tempati. Dia menawarkan kepada para wisudawan yang sifatnya berbasis digital. Jadi kesempatan untuk digitalisasi itu masih terbuka,” terang Guru Besar di bidang ekonomi dan politik tersebut.

“Oleh sebab itu, ilustrasi (pemaparan Airlangga) jadi dalam satu kata yaitu mengena.”
    
Selain mengena, dia menerangkan pemaparan Airlangga yang sangat komunikatif, artikulatif, vokal yang bagus sehingga mahasiswa fokus saat Airlangga menyampaikan orasi.  Akibatnya poin-poin penting terkait pencapaian pemerintah, seperti penyelesaian covid-19, digitalisasi pemerintahan, prakerja, dan capaian-capaian lain tersampaikan dengan baik.

Apresiasi juga datang dari Guru Besar Ilmu Politik yang merupakan Direktur Sekolah Pascasarjana Unas, Maswadi Rauf. Ia menilai pembekalan Ketua Umum Partai Golkar tersebut sangat relevan khususnya untuk anak-anak muda yang baru lulus strata 1 (S1) sebelum memasuki lapangan kerja.

“Jadi ini perlu diberikan beberapa pandangan yang bisa mendorong mereka untuk bekerja lebih baik setelah lulus dari S1 mencari lapangan pekerjaan lalu dengan bekerja kemudian membuat karir masing-masing,” ujarnya.

Maswadi yang juga menengarai suntikan motivasi Airlangga sangat bermanfaat bagi anak-anak muda untuk bekerja dengan baik. Sehingga mereka bisa memiliki karir yang cemerlang di masa depan. Sebab mereka yang lulus sekarang ini adalah mereka yang akan menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari.
 
“Mereka yang lulus sekarang ini adalah mereka yang berumur sekitar 22 tahun hingga 23 tahun. Mereka inilah yang akan menjadi pemimpin di tahun 2045 nanti. Jadi 20 tahun lagi mereka sudah menjadi pemimpin di negara ini baik pemimpin pemerintahan maupun pemimpin masyarakat di bidang ekonomi misalnya. Jadi memang kalau mereka diberikan pandangan-pandangan itu akan sangat bermanfaat,” terangnya.

Dia mengapresiasi pencapaian terutama di bidang penanganan covid dan ekonomi dinilainya cukup berhasil. Hal itu tak lepas dua bidang tersebut yang menjadi sangat urgen untuk segera diatasi.

”Updating dari Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian apa (upaya) yang dilakukan pemerintah sampai saat ini terutama di dua bidang (penanganan covid dan ekonomi) yang dinilai cukup berhasil karena memang kedua-duanya itu adalah yang harus kita atasi,” pujinya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya