Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Megawati dan Puan Absen di Acara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Muslim: Hubungan Jokowi dan PDIP Benar-benar Retak

RABU, 01 JUNI 2022 | 17:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hubungan antara Presiden Joko Widodo dengan Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan dianggap sudah benar-benar retak setelah secara berturut-turut tidak hadir bersama dalam sebuah acara penting kenegaraan maupun acara keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi tidak hadirnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihadiri oleh Presiden Jokowi hari ini, Rabu (1/6).

"Ketidakhadiran Megawati dan Puan di Ende NTT itu menandakan hubungan mereka sudah benar-benar retak," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/6).


Menurutnya, Jokowi saat ini sudah jalan dengan agenda sendiri dan tidak menganggap lagi adanya Megawati dan Puan yang telah membesarkannya hingga menjadi presiden.

"Padahal Megawati itu selain anak Soekarno, mantan presiden dan ketum partai. Puan juga Ketua DPR selain pimpinan PDIP. Nampaknya Jokowi sudah melangkah jauh dengan agendanya sendiri," katanya.

Dengan demikian, dari beberapa momentum penting belakangan ini, seperti tidak hadirnya Jokowi di acara Badan Intelijen Negara (BIN) yang dihadiri oleh Megawati dan Puan, lalu tidak hadirnya Megawati dan Puan di acara pernikahan adiknya Jokowi, dan acara-acara sebelum lainnya, menunjukkan keretakan hubungan mereka sudah parah.

"Nampak keretakan ini sudah parah. Terpulang kepada Megawati sebagai ketum partai yang punya kekuatan besar di DPR dan Puan sebagai ketua DPR, mau diapain itu Jokowi," tuturnya.

"Kalau sudah tidak bisa diatur, gagal dong Mega jadikan Jokowi sebagai petugas partai lagi," pungkas Muslim.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya