Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Akan Berpidato Saat Rayakan Victory Day, Putin Bakal Ikrarkan Kemenangan Simbolis atas Perang di Ukraina?

SENIN, 09 MEI 2022 | 13:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia merayakan Hari Kemenangan pada Senin (9/5) waktu setempat. Ini adalah acara di mana Presiden Rusia Vladimir Putin akan menyampaikan pidato yang sangat dinanti-nantikan saat negaranya memperingati 77 tahun kemenangannya atas Nazi Jerman.

Dalam beberapa hari terakhir, angkatan bersenjata Rusia telah berlatih untuk parade di Lapangan Merah dalam apa yang telah menjadi kebangkitan tradisi militer Soviet era Putin.

Setiap tanggal 9 Mei Rusia merayakan Hari Kemenangan yang berarti itu adalah libur nasional untuk memperingati Perang Patriotik Hebat 1945, di mana lebih dari 20 juta warga Soviet tewas di dalam dan luar negeri.


Sekitar 11.000 tentara diperkirakan akan berpartisipasi dalam parade militer di Lapangan Merah Moskow, dan jet tempur akan membentuk huruf "Z" di langit, simbol pertempuran Rusia di Uraina.

Angkatan udara Rusia telah berjanji untuk melakukan formasi Z  yang digunakan untuk menandai militer Rusia di Ukraina. Huruf Z juga muncul sebagai simbol kontroversial dari dukungan untuk pasukan Rusia dan intimidasi dari suara-suara yang berbeda di dalam negeri.

Hari Kemenangan tahun ini datang di tengah spekulasi yang meluas, baik di Rusia maupun Barat, bahwa Putin sangat ingin menyatakan setidaknya kemenangan simbolis di Ukraina.

Satu pertanyaan besar adalah apakah, atau bagaimana, Putin mungkin mencoba menggembleng Rusia dan memadukan kejayaan dan pengorbanan Soviet masa lalu dengan seruan baru untuk berperang melawan apa yang dia klaim sebagai rezim "neo-Nazi" di Ukraina.

"Kemenangan akan datang, walaupun tidak sampai harus mengalahkan semua Nazi di Ukraina," kata seorang pemandu wisata Andrei, 60 tahun.

"Putin orang yang pintar, dia tidak akan menyatakan apa pun tanpa kemenangan nyata," tambahnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya