Berita

Guru Madrasah di Sawangan, Depok mendukung Firli maju Capres/Ist

Nusantara

Tak Terbendung, Guru Madrasah Hingga Santri Minta Firli Bahuri Maju Capres 2024

RABU, 20 APRIL 2022 | 23:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dukungan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri agar maju sebagai Calon Presiden 2024 mendatang terus bermunculan dan tak terbendung.

Usai kalangan petani, nelayan, pedagang dan UMKM, kini giliran para Ikatan Guru dan Tenaga Pendidik Madrasah Non-ASN di Kota Depok yang mendukung Firli jadi Presiden Indonesia.

Dengan atribut sederhana dan ala kadarnya, mereka meminta Firli melanjutkan kerja pemberantasan korupsi melalui jabatan yang lebih strategis, yakni sebagai kepala negara dan pemerintahan.


"Indonesia darurat korupsi, harus dipimpin pendekar pemberantasan korupsi, Firli Bahuri," demikian bunyi tulisan atribut yang di bentangkan guru madrasah saat deklarasi di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/4).

Rukoyah (36), salah satu inisiator dukungan menyampaikan bahwa saat ini praktik korupsi di Indonesia kian memprihatinkan. Untuk mengatasinya, kata dia, tak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum seperti jajaran KPK, kejaksaan atau kepolisian.

Pemberantasan korupsi, ujarnya lebih efektif jika dikomandoi langsung oleh presiden.

"Korupsi dan pertahanan negara saling terkait, maka presiden harus jadi panglima," katanya.

Dia menilai, dari nama-nama calon presiden yang beredar di masyarakat, hanya Firli sosok yang paling tepat. Di samping paham celah atau ruang korupsi, purnawirawan bintang tiga itu juga dianggap terbukti berprestasi dalam memberantas korupsi.

"Sebulan dua menteri ditangkap itu kan prestasi luar biasa. Ini bukti beliau tegas, tidak tebang pilih," ujarnya.

Sementara itu, aliansi dan alumni santri se-Probolinggo, Jawa Timur menginginkan hal yang sama. Mereka melihat komandan pemberantasan korupsi itu sangat tepat memimpin Indonesia lantaran tegas tak pandang bulu saat menghadapi koruptor siapapun latar belakangnya.

“Masalah kita saat ini bukan miskin sumber daya, masalah kita di mana-mana banyak korupsi,” kata inisiator santri Salim Khadafi.

Salim mengatakan, sebagai warga asli Probolinggo, dirinya miris ketika praktik korupsi di wilayah itu makin menggila. Padahal kata dia, praktik kotor tersebut telah lama tercium oleh warga Probolinggo.

Mereka juga sering melaporkan dugaan tersebut ke lembaga penegak hukum, termasuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, Salim mengungkapkan, baru belakangan ini kasus korupsi benar-benar diungkap, oleh KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri.

"Ini bukti nyata kalau Pak Firli Bahuri bekerja untuk masyarakat, beliau tidak main-main terhadap koruptor," tegas Salim.

Atas penilaian tersebut, pihaknya tergerak mendukung Firli serta bertekad memperluas dukungan dengan mengajak para santri dan alumni pesantren untuk bergabung dalam satu barisan. “Dimulai dari sini kita akan terus bergerak, sosialisasi gagasan Pak Firli, prestasi beliau dalam berantas korupsi," ungkap Salim.

Terhadap banyaknya elemen masyarakat yang mendukungnya untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres), Firli menegaskan kalau dirinya bukanlah orang politik alias politisi dan kader partai politik, apalagi pemilik partai politik.

Firli menyampaikan ia hanyalah anak kampung yang lahir dari keluarga petani miskin yang memiliki semangat mengabdikan dirinya untuk membebaskan Indonesia dari segala praktik-praktik korupsi.

“Saya sangat merasakan kesulitan rakyat miskin, nelayan, petani, perawat, bidan, guru honorer. Mereka hanya ingin mudah dapat kerja, bisa memenuhi kebutuhannya, bisa menyekolahkan anak-anaknya,” kata Firli kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (20/4).

Tekait fenomena dukungan masyarakat ini, Firli mengaku heran. Namun baginya, hal-hal ini adalah cara unik masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Firli hanya bersyukur atas semua yang telah diberikan oleh Allah SWT.

“Saya bersyukur atas segala sesuatu yang telah diberikan Allah SWT,” demikian Firli.



Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Direktur Namarin Bongkar Deretan Kekecewaan Iran terhadap Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58

Malaysia Lolos Selat Hormuz, Indonesia Masih Tahap Lobi

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:56

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Terukur Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:26

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:24

Perintah Trump Lumpuhkan Listrik Iran adalah Kejahatan Perang

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:11

Pemulihan Pascabencana di Sumut Masih Tahap Perencanaan

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:43

Perbakin DKI-Jabar-Banten Gelar Kejuaraan Menembak Multi Event 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:23

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:11

Optimisme Purbaya Harus Dibarengi Kinerja Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:48

Selengkapnya