Berita

Aksi demo mahasiswa di Makassar menolak penundaan pemilu berlangsung panas/Net

Nusantara

Aksi Tolak Penundaan Pemilu di Makassar Panas, Mahasiswa Blokade Jalan hingga Saling Dorong dengan Aparat

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 19:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak wacana penundaan pemilu membuat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami kemacetan di sejumlah titik pada Jumat sore WITA (8/4). Tak hanya memblokade jalan nasional, ratusan pengunjuk rasa juga sempat mengadang bus Damri Bandara Sultan Hasanuddin.

Demo penolakan penundaan pemilu di Kota Makassar berlangsung di beberapa titik. Antara lain di Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Ap Pettarani, dan Jalan Sultan Alauddin.

Adapun aksi blokade jalan dan penyanderaan bus ini terjadi di Jalan Urip Sumohardjo, sekitar pukul 16.45 WITA, Jumat (8/4). Akibatnya arus lalu lintas pun macet total.


"Indonesia sedang dalam genggaman kuat oligarki. Itu karena wacana penundaan pemilihan umum. Padahal kan sudah sangat jelas konstitusi soal masa jabatan presiden. Wacana ini mencoba memperkosa konstitusi kita," kata seorang penggerak aksi, Amrin, saat berorasi.

Ditambahkan Amrin, dengan kondisi saat ini di mana masyarakat masih menderita akibat pandemi Covid-19, seharusnya pemerintah tidak membahas soal masa jabatan.

Apalagi belakangan ini fenomena kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga BBM berpotensi melonjakkan harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat. Akan tetapi, berbagai masalah penting ini, justru tak mampu diselesaikan oleh pemerintah.

"Dengan berbagai polemik ini, kami dari Aliansi Mahasiswa UMI menyatakan, menolak penundaan pemilu, turunkan harga BBM, dan hentikan monopoli minyak goreng," tegasnya.

Sementara itu, aksi serupa di pertigaan Jalan Pettarani-Sultan Alauddin berlangsung tak kalah panas. Bahkan terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan.

Kericuhan dipicu oleh tindakan aparat yang memaksa mengambil ban bekas yang akan dibakar. Upaya itu kontan memantik emosi mahasiswa yang menggelar aksi.

"Kami menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan tiga periode presiden termasuk masalah terkini penyelesaian persoalan minyak goreng dan subsidi bahan bakar minyak (BBM)," tegas Jenderal Lapangan Aksi dari Aliansi Rakyat Miskin Kota, Sukirman S Doturu, di lokasi aksi, Jalan Sultan Alauddin.

"Kami mendesak Presiden Jokowi segera memberikan pernyataan resmi tidak ikut merestui wacana masa jabatan tiga periode serta tetap pada komitmen menjalankan pemilu sesuai jadwal, dan tidak ikut serta mendukung penundaan pemilu," imbuhnya.

Jika tidak ada respons dari presiden soal tuntutan ini, mahasiswa akan kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi yang lebih besar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya