Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule/Net

Politik

Jawab Klaim Jokowi Pertamax Naik karena Situasi, Iwan Sumule: Negara Kalah Sama Oligarki

RABU, 06 APRIL 2022 | 18:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku sudah melakukan upaya untuk menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax namun tidak kuasa, menunjukkan bahwa negara sudah kalah.

Negara, telah kalah dari kartel minyak dan para oligarki yang mengendalikan ekonomi.

Begitu disampaikan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (6/4).   


"Menunjukan negara kalah sama kartel atau oligarki. Cilaka!" tegas Iwan Sumule.

Iwan mengurai, kebijakan penetapan kenaikan harga BBM jenis pertamax sejatinya yang menentukan adalah pemerintah. Artinya, entah akan dinaikkan atau bahkan diturunkan, semua bisa dilakukan oleh pemegang kebijakan dalam hal ini pemerintah.

"Jadi, tak benar kalau Presiden bilang tak bisa menahan harga pertamax agar tidak naik. Memangnya harga BBM di Indonesia ditentukan oleh negara lain?" kata Iwan.

Menurutnya, persoalan kenaikan harga BBM jenis pertamax hanya soal managemen dan pengelolaan. Kenaikan harga BBM yang pasti menimbulkan efek domino itu menunjukan pengelolaan buruk.

"Sama dengan terjadinya kelangkaan Migor, menunjukan negara kalah sama kartel atau oligarki. Cilaka!" tandasnya.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) umum RON 92 atau Pertamax harus dilakukan.

Pihaknya sudah menahan kenaikan BBM jenis pertamax tetapi dampak ketidakpastian ekonomi global yang tengah dirasakan sejumlah negara besar di dunia situasi tersebut mempengaruhi ekonomi nasional.

"Saya kira sudah kita tahan-tahan agar tidak terjadi kenaikan. Tetapi saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Tidak mungkin kita tidak menaikan BBM," kata Jokowi.

Pernyataan orang nomor satu di Indonesia diutarakan saat memberikan kata pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/4).

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya