Berita

Keadaan protes massal di Sri Lanka, Minggu (3/4) /Net

Dunia

Kerusuhan Sipil Meningkat, China Ingatkan Warganya di Sri Lanka Jaga Diri

SENIN, 04 APRIL 2022 | 21:59 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

China telah mengingatkan kepada warganya di Sri Lanka untuk waspada di tengah meningkatnya kerusuhan sipil, atas penanganan pemerintah pada krisis ekonomi terburuknya sejak merdeka.

Dalam sebuah pemberitahuan dalam bahasa China pada Minggu (3/4), Kementerian Luar Negeri China dan kedutaan besarnya di Kolombo mengatakan, situasi ekonomi di Sri Lanka kini semakin kritis dengan meningkatnya rasa ketidakpastian di masyarakat.

“Tolong perhatikan dengan seksama situasi keamanan setempat, serta hindari untuk ikut serta atau mengamati demonstrasi, protes atau kegiatan lainnya,” ujar peringatan tersebut, dimuat dari South Morning China Post.


Pemberitahuan itu dikeluarkan setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di dekat kediaman Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa pada Kamis lalu. Unjuk rasa itu menyebabkan hampir 50 orang, termasuk beberapa wartawan, terluka dan beberapa kendaraan polisi terbakar.

Setelah itu, pemerintahan segera mengumumkan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam nasional selama 36 jam pada Sabtu malam. Kemudian platform media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, dan YouTube, diblokir pada Minggu.

Kantor kepresidenan menyalahkan “ekstremis partai oposisi” atas kekerasan tersebut.

Negara kepulauan itu kini dilanda krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya ketika pemerintah yang sarat utang kehabisan cadangan mata uang asing, menyusul penurunan pendapatan pariwisata yang disebabkan oleh pandemi.

Untuk menyelamatkan ekonomi negara, Sri Lanka sedang dalam proses pembicaraan dengan lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) serta tetangganya seperti China dan India untuk program pinjaman potensial.

Bulan lalu, India memperpanjang pinjaman lunak jangka pendek senilai 1 miliar dolar AS ke Sri Lanka. Duta Besar China, Qi Zhenhong juga mengatakan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan beri dukungan keuangan ke negara itu, termasuk pinjaman 1 miliar dolar AS dan lini kredit 1,5 miliar dolar AS untuk membeli barang dari China.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya