Berita

Tank hancur di sepanjang jalan Bucha, Kiev/Net

Dunia

Jalan Bucha Penuh dengan Tank dan Mayat yang Terbakar, Kejaksaan Ukraina Memulai Penyelidikan Kejahatan Perang

SENIN, 04 APRIL 2022 | 09:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina mengklaim ada ratusan mayat yang ditemukan di kota-kota dekat Kiev, ketika kejaksaan memulai penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang oleh Rusia.

Kiev sempat dikepung oleh pasukan Rusia. Beberapa saksi sangat trauma dengan cobaan berat yang mereka alami sehingga mereka tidak mau berbicara, menurut jaksa tinggi negara itu, Iryna Venedyktova, pada Minggu (3/4).

Setelah Ukraina telah merebut kembali wilayah itu, kejaksaan mendapt laporan mengenai penemuan mayat dan melakukan penyelidikannya.


Venedyktova mengatakan 140 mayat yang diidentifikasi telah diperiksa.

Penyelidikan mayat-mayat ini menyusul kabar tentang adanya kekerasan di Bucha, sebuah wilayah di kota Kiev. Disebutkan mayat-mayat itu mengenakan pakaian sipil dan berserakan di jalan-jalan.

Ketika gambar-gambar mayat di Bucha bermunculan di online, banyak pemimpin Eropa mengutuk kekejaman itu dan menyerukan sanksi yang lebih keras terhadap Moskow.

Venedyktova baru bisa memasuki kota Bucha, Irpin, dan Hostomel untuk pertama kalinya, pada Minggu (3/4). Ia mengaku membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengetahui tingkat kejahatan.

"Kami perlu bekerja dengan para saksi," kata Venedyktova. "Orang-orang saat ini sangat tertekan sehingga mereka secara fisik tidak dapat berbicara."

Rusia dengan tegas membantah tuduhan bahwa pasukannya membunuh warga sipil di Bucha. Moskow mengatakan tidak ada penduduk yang dilukai dan menuduh Kiev melakukan apa yang dianggapnya sebagai provokasi yang dibuat-buat untuk media Barat.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya