Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

Wajar Air Mata Puan Maharani Akhirnya Dimaknai Sebatas Pencitraan

MINGGU, 03 APRIL 2022 | 08:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perbedaan sikap diperlihatkan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan era Presiden Joko Widodo.

Ketua DPP PDI Perjuangan itu dianggap inkonsisten. Sebab di era SBY, Puan Maharani dengan tegas menyatakan penolakan, bahkan hingga meneteskan air mata. Sementara saat ini, Puan Maharani seolah diam menanggapi kenaikan harga BBM.

"Ketika Puan masih menjadi oposisi di era Susilo Bambang Yudhoyono presiden, ia dengan tetesan air mata terisak-isak menolak kenaikan BBM,” kata pengamat politik Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/4).


Menurutnya, inkonsistensi sikap ini terjadi karena posisi Puan dalam percaturan politik turut berbeda. Sebab, saat SBY memimpin posisi Puan adalah bagian dari oposisi. Sementara di era Jokowi dia berada pada lingkaran koalisi.

Kini, sambung, mantan dekan Fikom IISIP itu, wajar jika masyarakat kemudian memaknai air mata Puan Maharani sebatas pencitraan politik belaka. Anggapan ini akan berbeda jika anak Megawati Soekarnoputri itu kembali tegas menolak kenaikan BBM.

"Perbedaan sikap Puan itu wajar mendapat kritik pedas dari masyarakat. Sebab, air mata Puan saat itu bukan karena pedih melihat rakyat semakin susah karena kenaikan BBM. Air mata Puan akhirnya dimaknai masyarakat hanya untuk kepentingan politik,” kata Jamiluddin.

“Puan dinilai bukan memperjuangkan masyarakat, tapi air matanya hanya pencitraan semata,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya