Berita

Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Roberth Rouw/Net

Politik

Nasdem Klaim Lebih Kritis Dibanding Parpol Koalisi Jokowi

RABU, 23 MARET 2022 | 15:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Nasdem memang bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin. Namun, Fraksi Nasdem tetap melakukan kritik untuk memastikan kebijakan yang dapat diimplementasikan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Roberth Rouw dalam sambutan pembukaan diskusi sekaligus bedah buku laporan kerja tahunan 2021 dengan tema "Tetap Kritis di Masa Kritis" di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3).

Robert menegaskan, dukungan fraksi terhadap Pemerintah di periode kedua ini, tetap tanpa syarat dan tanpa pamrih.


"Tapi itu tidak berarti kami tidak memberikan sikap kritis. Bahkan, lebih kritis dari rekan-rekan yang tidak di dalam atau bukan bagian pendukung pemerintah. Karena kami punya kepentingan pemerintah berhasil melaksanakan janji-janji politik saat kampanye dulu," ujarnya.

Di sisi lain, kata Robert, kebijakan eksekutif sering dapat dipahami legislatif dalam tataran umumnya. Namun, kebijakan itu kerapkali bermasalah pada saat diterapkan dalam pelaksanaan di kementerian/lembaga teknis.

"Pemerintah, Presiden, kan keputusan, kebijakannya makro. Kebijakan-kebijakan ini perlu diterjemahkan ke langkah-langkah taktis. Langkah-langkah ini yang bermasalah. Ini yang harus kita kritisi," tegasnya.

Menurut Roberth, dalam menghadapi pandemi Covid-19, semua pihak dituntut untuk terus mengobarkan spirit yang tinggi dalam memperjuangkan hidup. Bukan hanya pada individu tetapi juga kelangsungan bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia.

Segala bentuk upaya dan dedikasi dari seluruh masyarakat, tekannya, merupakan bagian dari perjuangan kolektif, dengan saling bahu-membahu
untuk dapat melewati badai pandemi di Tanah Air.

Di tahun 2021, Indonesia menunjukkan mampu menangani pandemi meski juga kerap dihujani kritik mengenai berbagai kebijakan. Seluruh elemen
bangsa berdiri bersama dan berkontribusi dalam penanganan Covid-19 sesuai dengan arahan pemerintah.

"Secara khusus di parlemen, Fraksi Partai NasDem memiliki banyak catatan perjalanan dan perjuangan yang dilakukan dengan tekad kuat untuk
bersama-sama mengurai segala permasalahan yang terjadi," tuturnya.

Fraksi Partai NasDem DPR mengambil posisi untuk tetap kritis terhadap berbagai kebijakan yang dirasakan tidak berpihak pada kemaslahatan
umum dan kehidupan rakyat. Pilihan untuk selalu bersikap kritis, adalah bentuk manifestasi ideologi partai untuk selalu konsisten dan terus berkomitmen menjadi partai yang mengusung politik gagasan.

"Buku kinerja tahunan Fraksi diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat sebagai pemberi mandat dalam menilai sejauh mana perjalanan dan perjuangan yang telah dilakukan anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2019-2024," demikian Roberth.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya