Berita

Pakar Ekonomi INDEF Prof. Didik J Rachbini/Net

Politik

Didik J Rachbini: Isu Penundaan Pemilu Muncul Saat MPR Ingin Mediasi Pikiran Megawati Soal GBHN

SELASA, 22 MARET 2022 | 14:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mobilisasi penundaan pemilu 2024 semakin gencar dilakukan oleh pihak pemerintah maupun partai koalisi yang berkuasa. Hal ini tampak, ketika Menko Luhut secara terang-terangan menyampaikan bahwa ada masyarakat yang menginginkan wacana tersebut.

Begitu yang disampaikan Pakar Ekonomi INDEF Prof. Didik J Rachbini dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (22/3).

Dia mengatakan, wacana penundaan pemilu 2024 semakin memanas ketika dengan tegas Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menolak keras isu tersebut.


"Tenyata respon publik amat keras menentang wacana penundaan pemilu 2024, terlebih setelah ketua Umum PDIP juga menolak rencana penundaan pemilu,” ujar Didik.

Didik menambahkan selain isu penundaan pemilu 2024, sebelumnya publik dikagetkan dengan wacana jabatan presiden tiga periode.

"Wacana itu muncul karena pada 2021 lalu telah terjadi ketuk palu di sidang umum MPR RI ketika ingin memediasi pikiran Megawati untuk adanya sebuah panduan perencanaan jangka panjang seperti GBHN di jaman Orba dan Orla,” katanya.

Wacana pembahasan GBHN tersebut ternyata ditumpangi penumpang gelap yang ingin memasuki agenda penundaan pemilu seperti yang saat ini santer terdengar.

"Ide Megawati dimediasi tetapi sayangnya ditumpangi oleh kepentingan sementara pihak untuk mewujudkan presiden 3 periode,” ucapnya.

"Yang menyedihkan, wacana presiden 3 periode itu juga didukung oleh intelektual rongsokan seperti M Qodari, dengan alasan demokrasi. Hal yang juga disebut oleh Presiden Jokowi bahwa wacana presiden 3 periode adalah demokrasi,” demikian Didik.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya