Berita

Logo Partai Gerindra/Net

Politik

Ditinggal Kader Terbaiknya ke PPP, Gerindra Ngawi Justru Optimistis Raih 10 Kursi 2024

SELASA, 22 MARET 2022 | 00:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengunduran diri Awan Sutiknar sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngawi dinilai akan berpengaruh besar terhadap perolehan suara pada Pemilu 2024.

Usai mundur, Wawan –sapaan akrab Awan Sutiknar- langsung pindah berlabuh ke PPP.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngawi Waluyo, Jati Sasono mengakui, Wawan selama di Partai Gerindra berkontribusi besar pada perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu.


Bahkan, menurut Waluyo, Wawan kader terbaik di tubuh Partai Gerindra.

"Secara pasti akan mempengaruhi, karena beliau (Wawan) adalah juga salah satu kader terbaik Gerindra. Apalagi dia kedudukannya sebagai sekretaris sehingga saya sangat menyayangkan sekali dengan dia menyeberang ke salah satu partai," ujar Waluyo kepada Kantor Berita RMOLJatim, Senin, (21/3).

Meski demikian, lanjut Waluyo, pengunduran diri Wawan dari Partai Gerindra tidak bisa dihalangi mengingat keputusan itu bagian dari hak pribadi dalam berpolitik. Namun pihaknya secara pribadi menyesalkan atas keputusan itu.

Untuk menjaga elektabilitas Partai Gerindra di Ngawi, Waluyo menegaskan akan segera melakukan konsolidasi internal, khususnya antara para pengurus serta menata kembali konstituen di level akar rumput.

Meski demikian, Waluyo yang dikenal sebagai advokat ini optimistis soal jumlah perolehan kursi di DPRD Ngawi pada Pemilu 2024. Pada Pemilu 2019 lalu, Partai Gerindra dari 6 Dapil hanya mendulang 4 kursi dari 45 kursi di DPRD Ngawi.

Pada Pemilu 2024, Waluyo menargetkan Partai Gerindra akan meraih 10 kursi.

"Sebagaimana program kami, dapil yang belum ada harus dapat satu dan dapil yang sudah dapat satu kita dapat dua. Targetnya 10 kursi itu maka kita harus kerja keras dan untuk mengejar target itu kita butuh kesolidan bersama internal Gerindra," pungkas Waluyo.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya