Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Supriansah/Net

Politik

Sengketa Lahan Sentul, Supriansa: Miris, Negara Sudah Merdeka Masih Ada Praktik Seperti Ini

KAMIS, 17 MARET 2022 | 16:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kasus sengketa lahan antara warga Bojong Koneng dan Cijayanti, Kabupaten Bogor, dengan pengembang Sentul City mencerminkan hukum di Indonesia belum berpihak kepada kaum lemah. Pasalnya, warga mengaku diambil paksa lahannya serta kerap mendapatkan intimidasi dan teror oleh pengembang.

Mendengar langsung keluhan warga Sentul, anggota Komisi III DPR RI, Supriansa mengaku miris. Terlebih warga sudah puluhan tahun tinggal di lahan tersebut namun kini digusur paksa oleh Sentul City.

"Izinkan saya menyampaikan duka mendalam, buat saudara-saudara kita yang ada di sini, yang diperlakukan secara tidak manusiawi,” kata Supriansa saat melakukan pertemuan dengan warga Desa Bojong Koneng dan Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/3).


“Setelah saya mendengarkan penjelasan-penjelasan warga, itu tadi sangat miris sekali,” imbuhnya.

Ia tidak menyangka praktik perampasan lahan secara paksa oleh pengusaha masih terjadi setelah 76 tahun Indonesia merdeka.

“Kami sebagai wakil rakyat mendengarkan semua itu dan tidak sepantasnya terjadi di era negara yang sudah merdeka seperti saat ini,” tegasnya.

Legislator dari Fraksi Golkar ini mengaku heran kepada aparat penegak hukum yang dinilainya sewenang-wenang dalam menangani kasus sengketa lahan Sentul City versus warga ini. Sebab, Supriansah mendapat informasi bahwa ketika melaporkan adanya tindakan intimidasi dari oknum pengembang, laporan warga tidak diindahkan.

“Yang saya herankan, kenapa masyarakat sering ditangkap polisi, mestinya pengaku HGB ini ditangkap polisi karena bikin gaduh, bikin persoalan. Tidak ada lagi pak yang namanya kebal hukum di negara ini,” tegasnya lagi.

Ia pun meminta warga setempat untuk melapor kepada Komisi III DPR RI jika mendapati adanya pelanggaran atau tindakan anarkis dari oknum tertentu tanpa mengedepankan dialog bersama warga.

“Kalau ada faktanya, perlihatkan kepada Komisi III, yang mana di sini yang lebih kuat, aturan hukum atau orang itu yang kuat,” katanya.

"Tunjukkan siapa yang kebal hukum di sini? Sentul City ini? Sebut namanya kasih videonya serahkan kepada Komisi III. Tidak boleh kalau pelaku pidana dibiarkan, maka akan tumbuh yang namanya hukum rimba, siapa yang kuat maka itu yang berkuasa,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya