Berita

Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian/Net

Dunia

Berduka Cita atas Tewasnya Peliput Perang Ukraina, Prancis Desak Perlindungan Lebih Kuat bagi Para Jurnalis

RABU, 16 MARET 2022 | 17:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setiap negara berkewajiban melindungi para jurnalis yang meliput peperangan. Prancis pada Rabu (16/3) menyerukan perlindungan jurnalisnya yang meliput perang Rusia di Ukraina, menyusul kematian juru kamera Fox News dan produser Ukraina di pinggrian kota Kiev.

Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian dalam sebuah pernyataan mengatakan Prancis dan angkatan bersenjatanya harus melakukan upaya perlindungan sejalan dengan hukum humaniter internasional.

"Saya ingat kewajiban angkatan bersenjata untuk melindungi wartawan. Saya dengan sangat tegas mengutuk tindakan apa pun yang menargetkan mereka," katanya, seperti dikutip dari AFP, seraya menambahkan bahwa kematian jurnalis menggambarkan bahaya ekstrem di panggung Ukraina saat ini.


Fox News mengatakan Selasa bahwa juru kamera Prancis-Irlandia Pierre Zakrzewski dan produser Oleksandra Kuvshynova meninggal dan koresponden Benjamin Hall terluka ketika kendaraan mereka dihantam tembakan yang datang di Horenka, di luar ibukota Ukraina, pada Senin (14/3).

Le Drian mengenang Zakrzewski sebagai jurnalis yang berdedikasi penuh pada tugasnya meliput sejumlah besar peperangan dan menginformasikannya.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada dia dan keluarga Oleksandra Kuvshynova," tambahnya.

Menteri juga mengingat nama-nama jurnalis lain yang tewas dalam konflik tiga minggu sejauh ini, termasuk pembuat film dokumenter AS Brent Renaud dan jurnalis Ukraina Evgeny Sakun.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya