Berita

Tentara Wanita Ethiopia./Net

Dunia

Videonya Mengerikan, Tentara Ethiopia Tembak Mati dan Bakar Hidup-Hidup Etnis Tigrayan

SELASA, 15 MARET 2022 | 18:27 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Kasus pembunuhan ekstra yudisial yang terjadi di Benishangul-Gumuz, Ethiopia kini menjadi sorotan dunia. Video tentang peristiwa yang tersebar di internet itu menunjukkan tentara Ethiopia secara sadis menembak mati 10 pria etnis Tigrayan dan membakar hidup-hidup seorang lainnya.

Peristiwa  yang disebut Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia (EHRC) sebagai aksi pembunuhan ekstra-yudisial, terjadi di Ayisid Kebele, wilayah Benishangul-Gumuz pada 3 Maret lalu. Pelakunya, kata EHRC, adalah  tentara Ethiopia dan kelompok bersenjata lokal.

"Tindakan menembak mati dan membakar seseorang hingga tewas yang dilakukan oleh anggota pasukan keamanan pemerintah itu merupakan pembunuhan di ekstra-yudisial," ujar EHRC.


Kepada Al-Jazeera, Minggu (13/3), EHRC mengatakan, sepuluh orang dieksekusi tembak, sedangkan seorang lainnya dibakar sampai mati. Dikatakan, 9 orang dari 11 korban tersebut beretnis Tigrayan, termasuk yang meninggal setelah dibakar hidup-hidup.

Video berdurasi lima menit yang tersebar di internet menunjukkan lebih dari 50 tentara Ethiopia terlihat menyeret seorang pria berpakaian preman menuju zona eksekusi sebelum dibakar hidup-hidup.

Menurut analisa EHRC, beberapa dari anggota kelompok bersenjata itu adalah anggota Fanos, kelompok milisi etnis regional yang telah berperang bersama pasukan Ethiopia melawan warga Tigrayan.

Peristiwa ini dikaitkan dengan aksi balas dendam. Pembunuhan itu terjadi sehari setelah serangan gerilyawan Tigrayan yang menewaskan 20 anggota pasukan keamanan Ethiopia dan tiga warga sipil.

Pada hari berikutnya, pasukan pemerintah melakukan penggeledahan secara luas. Pihak keamanan mencegat sebuah bus penuh dengan orang Tigrayan yang baru saja dibebaskan dari tahanan.

Dikatakan William Davison, seorang analis senior di Ethiopian Crisis Group, video mengerikan itu cocok dengan pola insiden dalam beberapa tahun terakhir di mana warga Tigrayan menjadi sasaran dan disalahkan atas tuduhan sabotase negara.

“Ada insiden kekerasan massal lain terhadap warga Tigrayan dalam beberapa tahun terakhir ini. Mereka selalu dituduh berkonspirasi dengan pembelot di Ethiopia. Orang-orang Tigrayan di Metekel ini telah dituduh dan dieksekusi mati,” ujar Davison.

Davison mengatakan, Zona Metekel di wilayah Benishangul-Gumuz ini telah mengalami kekerasan antarkomunal dan pemberontakan yang serius selama beberapa tahun. Perang saudara ini dimulai pada November 2020, ketika Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed melancarkan serangan militer terhadap Tentara Pembebasan Rakyat Tigrayan (TPLF).

Hingga kini, kasus kejahatan etnis kerap terjadi di kedua pihak. Mayoritas dilakukan oleh pasukan sekutu Ethiopia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya