Berita

Presiden Israel, Isaac Herzog bertemu Presiden Turki, Recep Tayyip ErdoÄŸan Rabu (9/3) lalu./Net

Dunia

Pasca Kunjungan Presiden Israel, Knesset: Hubungan dengan Turki Mencair dengan Cepat

MINGGU, 13 MARET 2022 | 18:36 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Parlemen Isreal, Knesset, menyambut gembira mulai mencairnya hubungan negara itu dengan Turki setelah bertahun-tahun “beku” akibat peristiwa Gaza 2010.

Pertemuan Presiden Israel, Isaac Herzog  dengan Presiden Turki, Recep Tayyip ErdoÄŸan Rabu (9/3) lalu, adalah momentumnya. Menjadi pertemuan pertama pemimpin kedua negara dalam 14 tahun terakhir.

Wakil Ketua Knesset, Ghaida Rinawie Zoabi mengatakan, hubungan bilateral antara Turki dan Israel telah mencair dengan cepat, pasca peristiwa terbunuhnya sembilan aktivis kemanusiaan Turki yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza oleh tentara Israel tahun 2010 lalu.


“Kami sangat bercita-cita untuk melanjutkan apa yang (terhenti) beberapa tahun sebelumnya dalam hal kerjasama dan kemitraan, terutama di bidang pariwisata, perdagangan dan ekonomi,” ujar Zoabi dalam wawancara eksklusif dengan Daily Sabah, Minggu (13/3).

Zoabi sangat optimis tentang perubahan positif hubungan Israel dan Turki. Ia  mengatakan, kunjungan  dan pertemuan Presiden Israel dengan Presiden Turki, Recep Tayyip ErdoÄŸan membuahkan hasil sangat positif.

“Saya pikir juga kunjungan menteri luar negeri Turki (ke Israel) akan menjadi langkah yang disambut baik,” ujar Zoabi seperti diberitakan Kantor Berita RMOLNetwork.

Sebelum melakukan lawatan bersejarah itu, Presiden Israel mengakui hubungan negaranya dengan Turki mengalami pasang surut. Ia akan mencoba untuk  memulai kembali hubungan dan membangunnya dengan cara yang terukur dan hati-hati, dan dengan saling menghormati.

Herzog tiba dengan pesawat khusus yang bertuliskan "perdamaian", "masa depan" dan "kemitraan" dalam bahasa Ibrani, Turki, dan Inggris.

Sementara Turki menyatakan, tidak akan ada perubahan pada posisi mereka terhadap Palestina, meskipun ada upaya normalisasi hubungan dengan Israel.

Turki dan Israel saling menarik pulang duta besarnya pada tahun 2010, setelah pasukan Israel menyerbu kapal pembawa bantuan kemanusian yang hendak menuju Gaza, Palestina. Serbuan itu mengakibatkan kematian sembilan aktivis kemanusiaanTurki.

Hubungan Turki dan Israel kembali memburuk tahun 2018, ketika Amerika Serikat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerussalem. Turki sekali lagi memanggil pulang duta besarnya, yang ditanggapi Israel dengan cara yang sama.

Hingga saat ini kedua negara itu belum menempatkan kembali duta besar mereka.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya