Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Ist

Politik

Pengamat: Anies Baswedan Layak Jadi Capres dari Oposisi

KAMIS, 10 MARET 2022 | 14:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dari sejumlah nama kandidat yang potensial maju pada kontestasi Pemilihan Presiden 2024, sosok Anies Baswedan memang harus diakui cukup menonjol. Pasalnya, Anies jadi kandidat yang berasal dari luar lingkar Istana.

Bahkan menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga, Anies merupakan satu-satunya calon presiden dari oposisi yang dinilai paling pas menjadi pengganti Presiden Joko Widodo pada 2024.

"Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memang satu-satunya calon presiden (capres) potensial di luar lingkar kekuasaan istana,” ucap Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/3).


Menurutnya, dari hasil survei berbagai lembaga survei yang kredibel, nama Anies selalu bersaing dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Ketiganya memang kerap menduduki posisi teratas dalam sejumlah survei nasional.

"Dari tiga nama tersebut memang Anies yang berada di luar lingkar kekuasaan istana. Sementara Prabowo dan Ganjar merupakan bagian dari lingkar kekuasaan istana,” jelasnya.

"Karena itu, Anies dinilai sebagai capres potensial dari kelompok yang berseberangan dengan istana. Bahkan tidak berlebihan Anies dinilai capres dari para oposan,” imbuhnya.

Melihat fenomena Anies kerap diserang buzzer di media sosial, Jamiluddin melihatnya sebagai hal yang wajar.

"Anies kerap digambarkan gubernur yang tak tahu kerja. Para buzzer tak pernah mau mengakui prestasi Anies baik nasional dan internasional. Semua itu bertujuan untuk memberi image buruk terhadap Anies. Anies harus digagalkan dengan memberi informasi negatif secara terus menerus kepada masyarakat,” tuturnya.

"Semua itu bertujuan untuk menggagalkan Anies sebagai capres. Anies diframing sebagai sosok yang tak pantas menjadi capres,” tutup Jamiluddin.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya