Berita

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova/Net

Dunia

Penemuan Lab Biologi Pentagon di Ukraina, Diplomat Rusia: Dunia Perlu Tahu Apa yang Dilakukan AS di Sana

KAMIS, 10 MARET 2022 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Moskow mendesak Washington untuk segera mengabarkan kepada komunitas internasional tentang program biologis militernya yang diterapkan di Ukraina.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bukti dugaan program telah ditemukan oleh Rusia selama operasi militernya di Ukraina sejak 24 Februari 2022. Program ini melibatkan patogen mematikan termasuk wabah dan antraks, katanya.

"Selama operasi militer khusus Rusia di Ukraina, kami menemukan fakta bahwa selama ini ternyata rezim Ukraina menyembunyikan jejak program biologis militernya," kata Zakharova, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/3).


Zakharova mengatakan Rusia memiliki dokumen yang menunjukkan bahwa kementerian kesehatan Ukraina telah memerintahkan penghancuran sampel wabah, kolera, antraks, dan patogen lainnya setelah 24 Februari.

"Penelitian Anda, bahan biologis Anda, digunakan untuk tujuan militer, muncul di Ukraina sejak awal. Apa yang Anda lakukan di sana? Ini adalah benua lain, Anda tidak berbagi perbatasan yang sama dan Anda tidak punya pangkalan di sana," tegasnya.

Diplomat Rusia itu menekankan bahwa dunia perlu mengetahui apa yang akan dilakukan AS di sana, apa tujuannya, dan berapa banyak investasi yang telah dilakukan untuk aktivitas biologis Ukraina.

"Dapat disimpulkan bahwa komponen biologis senjata sedang dikembangkan di biolab Ukraina yang terletak di sekitar perbatasan kami. Pemusnahan darurat patogen berbahaya pada 24 Februari merupakan langkah penting yang bertujuan untuk menyembunyikan fakta bahwa Ukraina dan AS telah melanggar Pasal 1 Konvensi Senjata Biologis dan Racun. Pertanyaannya adalah: bagaimana semuanya dihancurkan? Dan apakah itu benar-benar hancur?"

Sejauh ini Washington dengan sengaja terus menerus mengalihkan pembicaraan terkait hal ini, untuk membuat inspeksi laboratorium menjadi tidak mungkin.

Ini bukan pertama kalinya Rusia menuduh AS mendukung laboratorium senjata biologis di dekat perbatasannya. Pada tahun 2018, Kremlin menuduh bahwa AS mendanai laboratorium senjata biologis rahasia di negara Georgia, yang mereka klaim sebagai salah satu dari beberapa laboratorium yang dimiliki AS di dekat perbatasan Rusia dan China.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya