Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi daring bertema "Elite, Massa, dan Erosi Demokrasi di Indonesia; Kualitas Demokrasi di Era Jokowi"/Repro

Politik

Kata Burhanuddin Muhtadi, Iman Elite Politik Indonesia Masih Lebih Kuat Dibanding Amerika

RABU, 09 MARET 2022 | 12:20 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Elite politik mampu mengendalikan dan menentukan arah kebijakan suatu pemerintahan. Karena, elite merupakan tonggak awal terciptanya demokrasi yang baik dan bersih.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, pada dasarnya elite politik di Indonesia cenderung lebih dewasa dibandingkan negara lain.

"Elite kita pada dasarnya relatif dewasa. (contohnya) Fenomena setelah Pemilu 2020 di Amerika, Donald Trump bisa secara masif dan sistematik masih (ngotot menang) Pemilu bahkan di Capital Hills. Itu tidak terjadi di Indonesia,” ucap Burhanuddin dalam diskusi daring bertema 'Elite, Massa, dan Erosi Demokrasi di Indonesia; Kualitas Demokrasi di Era Jokowi', Rabu (9/3).


Dia menceritakan, KPU Amerika pada Pemilu 2020 sudah mengumumkan kemenangan Joe Biden. Namun kemenangan itu masih ditentang secara anarkis memasuki Capital Hills.

Hal ini, dalam pandangannya, justru mempertontonkan citra buruk berdemokrasi yang tidak menerima kekalahan.

“Elite politik kita imannya secara normatif terhadap demokrasi itu jauh lebih baik dibanding elite politik di negara lain, yang berpikir cara lain di luar demokrasi,” imbuhnya.

Elite politik di Indonesia, kata Burhanuddin, memiliki kontribusi yang sangat besar dalam penurunan maupun kenaikan tingkat demokrasi di Indonesia.

“Tetapi minimal mereka tidak bergerak lebih jauh, dan yang paling penting ada teorinya dalam social movement itu demokrasi bisa jalan ketika kalangan civil society itu bisa mengambil aliansi dengan elite,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya