Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Kemendag Curiga Minyak Goreng Ditimbun, RR: Kementerian Asal Nyeplak, Ndak Bisa Kerja Malah Nyalahin Rakyat

SELASA, 08 MARET 2022 | 08:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kecurigaan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahwa kelangkaan minyak goreng diakibatkan oleh penimbunan yang dilakukan masyarakat dikritik habis ekonom senior DR. Rizal Ramli.

Menko Perekonomian era Presiden keempat RI Gus Dur itu menilai bahwa kecurigaan yang disampaikan hanya asal ucap atau tidak didukung data akurat. Bahkan seolah Kemendag sedang mencari kambing hitam atas kegagalan dalam menyediakan minyak goreng untuk rakyat.

“Ini apaan sih? Kementrian asal nyeplak, ndak bisa kerja dan analisa salah mulu, malah nyalahin rakyat, kebangetan,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Senin (7/3).  


Secara singkat, Rizal Ramli mengingatkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia saat ini sedang terpuruk. Bahkan sebagian besar terpaksa bekerja harian usai terkena dampak pandemi Covid-19.

Dengan dua contoh itu saja, dapat dipastikan rakyat sedang tidak ada uang untuk melakukan pembelian besar. Apalagi menimbun barang yang sedang langka dan mahal.

“Pendapatan mayoritas rakyat kita itu harian, ndak punya uang untuk nimbun!” tegas pria yang akrab disapa RR itu.

Kemendag sebelumnya mengaku masih kebingungan dengan kelangkaan minyak goreng. Sebab berdasarkan analisa mereka, produksi minyak goreng yang berjalan saat ini cukup untuk kebutuhan domestik.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko mengurai bahwa produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan, sehingga kelangkaan terhadap produk tersebut seharusnya bisa teratasi paling lambat akhir Maret 2022.

Namun, dia menilai bahwa persoalan baru lantaran terjadi kenaikan harga dan kelangkaan barang. Masalah itu adalah panic buying, di mana masyarakat melakukan pembelian besar-besaran karena khawatir tidak kebagian barang tersebut. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng.

“Tapi ini baru terindikasi,” katanya kepada wartawan, Minggu (6/3).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya