Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Benarkah Invasi Rusia ke Ukraina Tak Sesuai Skenario Putin?

SENIN, 07 MARET 2022 | 17:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Invasi militer yang dilakukan oleh Rusia ke Ukraina sudah melewati hari ke-11 dan belum ada tanda-tanda situasi akan mereda.

Secara mendasar, langkah militer yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu dilandasi oleh keinginan pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Menganggapnya sebagai ancaman, Putin mengumumkan apa yang ia sebut dengan "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina.


Berbicara dalam webinar yang digelar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Senin (7/2), Duta Besar RI untuk Rusia periode 2016-2020, Wahid Supriyadi mengatakan, ada dua skenario dari invasi militer Putin ke Ukraina.

"Serangan militer itu skenarionya cuma dua sebenarnya. Pertama, Zelensky menyerah dan berjanji tidak akan ikut NATO. Yang kedua, (Zelensky) dijatuhkan dan diganti dengan pemimpin yang pro-Rusia," ujarnya.

Namun melihat kenyataan di lapangan, Wahid menilai, situasi saat ini sudah jauh berbeda dengan rencana Putin.

"Ternyata ini di luar perkiraan Putin, yang saya kira awalnya dia yakin satu atau dua hari Ukraina bisa jatuh, kenyataannya adalah tidak terjadi," tambahnya.

Situasi juga diperburuk dengan penolakan di dalam negeri terhadap keputusan tersebut, termasuk menjamurnya aksi demonstrasi anti-perang. Berbagai media melaporkan ada ribuan pengunjuk rasa yang ditangkap.

Di samping itu, Wahid juga melihat ada sejumlah tokoh di lingkaran dekat Putin yang mulai mengkritik keputusan tersebut, seperti Oleg Deripaska dan Mikhail Fridman.

Deripaska dikenal sebagai oligarki perusahaan aluminium terbesar di dunia. Sedangkan Fridman adalah pendiri Alfa Bank.

Anak perempuan mantan Presiden Boris Yeltsin, Tatyana Borisovna Yumasheva juga memberikan kritik. Hal serupa juga dilakukan menantu Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, orang populer nomor dua di Rusia setelah Putin.

"Memang ada tokoh oposisi, yaitu (Alexei) Navalny, tapi sejauh ini dia belum kuat," tambahnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya