Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Disanksi Mastercard dan Visa, Bank-bank Rusia Beralih Gunakan UnionPay China

SENIN, 07 MARET 2022 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Mastercard dan Visa untuk memutuskan semua bank Rusia dari sistem pembayaran mereka, segera mendapat respon dari sejumlah bank di negara itu.

Dilaporkan RT, Minggu (7/3), bank-bank termasuk Sberbank, pemberi pinjaman terbesar Rusia, serta Alfa Bank dan Tinkoff, mengumumkan rencana untuk mengeluarkan kartu yang menggunakan sistem operator kartu UnionPay China.

Beberapa bank Rusia, seperti Pochta Bank, Gazprombank, Promsvyazbank, Sovcombank dan beberapa bank kecil lainnya sebelumnya telah bekerja sama dengan sistem operator kartu UnionPay.


UnionPay, sistem pembayaran internasional yang didirikan pada 2002, menerima status internasional pada  2005.

Berkantor pusat di Shanghai, perusahaan tersebut dilaporkan beroperasi di lebih dari 180 negara di seluruh dunia, termasuk Swiss, Yunani, Italia, Spanyol, Jerman, Meksiko, Siprus, Thailand, India, Israel, Portugal, Kroasia, Polandia, Serbia, Hongaria, dan Austria.

Pada Sabtu (6/3), penyedia layanan keuangan internasional Visa dan Mastercard mengatakan mereka akan menangguhkan operasi di Rusia dalam beberapa hari ke depan karena sanksi Barat terbaru terkait dengan perang yang sedang berlangsung Moskow di Ukraina.

Langkah drastis tersebut membuat penggunaan kartu yang diterbitkan di Rusia di luar negeri menjadi tidak berlaku. Demikian juga, kartu yang dikeluarkan di luar Rusia akan berhenti berfungsi di Rusia.

Visa dan Mastercard adalah merek internasional terbaru yang mengambil tindakan keras terhadap Rusia terkait konflik Ukraina. Sebelumnya, perusahaan seperti PayPal, Netflix, Intel, Inditex, Airbnb, dan Rolls Royce mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan pasar negara itu.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya