Berita

Ketua Gerakan Reformasi Politik (Gerpol) Indonesia, Andrianto/Net

Politik

Ada Upaya Kudeta Konstitusi, Megawati Diminta Beri Kartu Kuning ke Petugas Partainya

KAMIS, 03 MARET 2022 | 00:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diharapkan mengambil sikap terkait adanya upaya kudeta konstitusi dengan penundaan Pemilu Serentak 2024 yang diduga arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Ketua Gerakan Reformasi Politik (Gerpol) Indonesia, Andrianto mengatakan, sikap dari Megawati itu sebagai bentuk menjaga marwah pemerintah.

Harapan tersebut disampaikan Andrianto, menyoroti adanya sebuah pemberitaan berjudul "Tangan Pemerintah di Balik Desain Tunda Pemilu 2024" yang menggambarkan adanya dugaan usulan penundaan pemilu dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan muncul usai mendapat arahan dari seorang menteri.


"Akhirnya terkuak seperti pemberitaan media. Manuver Zulkifli dan Cak Imin ada tangan Istana. Sang Menko Palugada Luhut bahkan mengklaim Jokowi sudah setuju," ujar Andrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/3).

Menurut Andrianto, hal tersebut merupakan sesuatu yang serius karena adanya upaya kudeta konstitusi untuk melanggengkan jabatan Presiden.

"Bahkan bisik-bisik ada dua menteri yang sebelumnya getol bicara ini sudah siapkan dana besar untuk operasi ini. Sungguh disayangkan bila kudeta konstitusi ini terjadi di era Jokowi ini," katanya.

Padahal, lanjutnya, PDI Perjuangan utamanya Megawati Soekarnoputri yang menandatangani pembatasan presiden dalam amandemen ke-4 tahun 2002.

"Megawati harus turun tangan, bila perlu beri kartu kuning kepada sang petugas partainya. Buat Menko Palugada Luhut, harus segera tobat dan mengundurkan diri demi menjaga marwah pemerintah yang makin memudar," pungkas Andrianto.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Reagen dan Uswanas Bakal Bertarung di Musdalub HIPMI Malut

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18

Danantara dan Bank Himbara Diminta Bantu Pendanaan Proyek Sekolah Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15

Kejagung Bakal Umumkan Perusahaan Diduga Terlibat Under Invoicing CPO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52

Thailand Memimpin, Vietnam Melesat, Indonesia Masih Bicara Potensi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31

Wali Kota Agustina Hadirkan Semangat untuk Meraih Mimpi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13

India Kurangi Pembelian, Harga CPO Juni 2026 Langsung Anjlok

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53

Ketika Dua Unsur Semesta Bersatu Menuju Candi Borobudur

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48

Gubernur Khofifah Dapati Minyakita Dijual Lampaui HET

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Progres Konstruksi 45 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52

Selengkapnya