Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun/Ist

Politik

Daya Jual Rendah, Rudi Hartono Minta Menteri Copot Dirut PT SIG

SELASA, 01 MARET 2022 | 21:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kinerja PT Semen Indonesia Group (Persero) dikritisi Komisi VI DPR RI.

Menurut anggota Komisi VI DPR Rudi Hartono Bangun, PT SIG tidak mampu meningkatkan penjualan hingga mengalami kelebihan pasokan (oversupply).

”PT SIG kelebihan pasokan karena tidak punya daya juang dalam inovasi serta strategi pemasaran yang sangat rendah," kata Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/3).


Politisi Nasdem ini menjelaskan, kelebihan pasokan harusnya tidak terjadi jika manajemen PT SIG memiliki inisiatif dan inovasi memasarkan produk semennya. Apalagi ia mendapati bahwa PT SIG tidak punya banyak cabang pemasaran.

Padahal, pemerintah sendiri banyak memiliki proyek infrakstruktur di dalam negeri.

”Aneh kan, banyak proyek infrakstruktur di dalam negeri tapi semen yang dimiliki bangsa ini tidak terjual maksimal. Ini bukti pihak SIG berkinerja buruk,” kritik Rudi Hartono.

Berdasarkan data yang ia miliki, volume penjualan PT SIG sangat rendah, yaitu sebesar 2,5 persen year on year (yoy).

Hal serupa juga ia dapati saat tim kunjungan kerja Komisi VI DPR RI bertemu Eselon 1 Kementerian Investasi/BKPM, Eselon 1 Kementerian BUMN, Dirut PT BNI (Persero) Tbk, Dirut PT Kawasan Industri Makassar (Persero), Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta Dirut PT Semen Tonasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis lalu (24/2).

Disebutkan, kelebihan pasokan produksi semen PT SIG sekitar 50 juta ton per tahun. Di tahun sebelumnya pun, volume penjualan hanya bisa mencapai 2,5 persen dari target.

"Kalau begini kinerjanya, Menteri harus ganti Dirut PT SIG,” tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya