Berita

Papan reklame digital di beberapa titik di Kota Kiev/Twiter

Dunia

Di Kiev Ada Papan Reklame Berisi Pesan Menohok: Tentara Rusia Pulanglah! Putin Telah Kalah!

SELASA, 01 MARET 2022 | 15:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah ketegangan yang terjadi di beberapa kota di Ukraina, ada sejumlah pemandangan yang cukup menggelitik dan juga mengharukan.

Seorang jurnalis, Ilya Lozovsky, mengabadikan gambar-gambar dalam akun Twitternya, di mana terdapat sejumlah papan digital yang berisi pesan-pesan yang menarik, yang dipasang di beberapa titik di Kota Kiev.

Pesan itu ditujukan untuk tentara Rusia yang semakin hari semakin merangsek masuk ke kota-kota Ukraina, terpasang di halte bus, sisi jalan, dan rambu lalu lintas elektronik di seluruh Kiev.


Beberapa menggunakan kata-kata yang kotor untuk mendorong orang Rusia pergi, yang lainnya cukup menarik untuk disimak.

"Billboard digital dilaporkan di Kiev: 'Tentara Rusia, berhenti! Putin telah kalah. Seluruh dunia bersama Ukraina. Pergi tanpa darah di tanganmu'.” tulis  Ilya Lozovsky.

Ada juga yang bertuliskan, “Tentara Rusia, berhenti! Ingat keluargamu. Pulanglah dengan hati nurani yang bersih.”

Ukraina masih terus berjuang menghalau invasi Rusia. Pada Senin (28/2) pertempuran berkecamuk di beberapa kota. Kota pelabuhan strategis Mariupol, di Laut Azov, mampu bertahan dari serangan, menurut penasihat presiden. Sementara sebuah depot minyak dilaporkan dibom di timur kota Sumy.

Artileri Rusia menghantam sebuah pangkalan militer di Okhtyrka, sebuah kota antara Kharkiv dan Kiev, dan lebih dari 70 tentara Ukraina tewas, tulis kepala wilayah itu di Telegram.

Terlepas dari kekuatan militernya yang besar, Rusia masih kekurangan kendali atas wilayah udara Ukraina, sebuah kejutan yang dapat membantu menjelaskan bagaimana Ukraina sejauh ini mencegah kekalahan.

Di kota resor tepi laut Berdyansk, puluhan pengunjuk rasa meneriakkan protesnya dengan marah. Meneriaki pasukan Rusia agar segera pulang dan menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina.

Prajurit muda, anak-anak lelaki yang ikut membela Ukraina yang disebut sebagai wajib militer, nampak terduduk kelelahan dan kelaparan.

“Anak-anak muda itu dengan penampilan yang ketakutan. Mereka ingin makan,” kata Konstantin Maloletka, seorang warga yang mengelola sebuah toko kecil. Mengisahkan prajurit muda makan di dalam tokonya.

"Sepertinya mereka belum diberi makan dalam beberapa hari terakhir."

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya