Berita

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun/Net

Politik

Barisan Jokowi Minta Pemilu 2024 Ditunda, Berpotensi Ada Amandemen Kilat

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 15:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penundaan pemilihan umum (Pemilu) Serentak 2024 yang berimplikasi pada perpanjangan masa jabatan presiden sulit dilakukan jika tidak dilakukan amandemen UUD 1945.

Kemungkinan adanya amandemen tak dipungkiri Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun. Pasalnya, dia melihat usul penundaan pemilu datang dari sejumlah partai politik (Parpol) yang memiliki cukup suara di DPR dan juga masuk ke dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.

"Ini nanti jadi dilema. Kalau kita bilang ini bertentangan secara konstitusi, dan sekarang ini memang iya bertentangan. Tapi tahu-tahu nanti konstitusinya diubah," ujar Rico kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/2).


Lebih lanjut, Rico memprediksi agenda penundaan Pemilu bakal diupayakan oleh sekelompok orang yang memang menginginkan Jokowi kembali mengemban jabatan presiden untuk periode yang ketiga.

Karena dirinya tak bisa memungkiri bahwa ada kekuatan di luar struktur politik yang merasa terganggu apabila arah pemerintahan Jokowi tak berlanjut pasca Pemilu Serentak 2024.

Maka dari itu, dirinya memungkinkan adanya amandemen UUD 1945 oleh parlemen dengan berbagai cara yang terbilang cepat.

"Yang paling mungkin terjadi amandemen blitzkrieg, amandemen kilat," demikian Rico.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya