Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Mengerucut, Survei Capres 2024 Tempatkan Anies di Urutan Pertama Kalahkan Prabowo dan Ganjar

SABTU, 26 FEBRUARI 2022 | 19:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nama Gubenur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menempati posisi teratas dari akumulasi survei dengan skema 10 nama, 5 nama hingga mengerucut menjadi 3 nama capres 2024 pilihan publik.

Hak itu terpotret dalam rilis survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk "Dinamika Isu Sosial Kemasyarakatan dan Konstelasi Politik 2024" pada Sabtu (26/2).

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengurai bahwa ketika publik disuguhkan pertanyaan "Jika hari ini dilaksanakan Pemilihan Presiden,
dari nama-nama berikut ini siapa yang akan Bapak/Ibu pilih?" untuk skema 10 nama, Anies Baswedan menempati posisi kedua setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

dari nama-nama berikut ini siapa yang akan Bapak/Ibu pilih?" untuk skema 10 nama, Anies Baswedan menempati posisi kedua setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Skema 10 nama Prabowo Subianto 23.7 persen, Anies Baswedan 19.4 persen, Ganjar Pranowo 16.3 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 8.1 persen, Ridwan Kamil 4.6 persen," kata Dedi Kurnia dalam keterangannya.

Kemudian disusul Meneg BUMN Erick Tohir 1.8 persen, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan 1.3 persen, Ketua DPR RI
Puan Maharani 1.1 persen, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 0.9 persen dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 0.6 persen.

Namun, kata Dedi Kurnia, saat publik disuguhkan skema lima nama capres 2024, nama Anies Baswedan menempati urutan pertama dengan 24,6 persen. Disusul Prabowo Subianto 23,9 persen, Ganjar Pranowo 19,2 persen, AHY 19,2 persen dan Ridwan Kamil 5,1 persen.

Selanjutnya, untuk skema 3 nama, Aneis Baswedan kembali menempati posisi puncak dengan 33,2 persen, disusul Prabowo 31,3 persen dan Ganjar Pranowo 27,5 persen.

"Prabowo dari sisi popularitas memang yang tertinggi, tetapi dalam hal elektabilitas ia masih cukup goyah. Sehingga ketika disodorkan nama lain, Prabowo kehilangan suara, dan Anies Baswedan menjadi penampung suara ketika keyakinan publik pada tokoh senior itu mulai pupus," tutur Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Selain itu, masih kata Dedi Kurnia, yang menonjol dari Prabowo adalah tingginya tingkat ketidaksukaan. Sehingga, dalam hitungan IPO ada sekira 17 persen yang mengetahui Prabowo merupakan kelompok yang sudah memastikan diri tidak akan memilihnya.

"Inilah masalah besar Prabowo, punya kelompok anti yang sedemikian loyal," tandasnya.

Survei IPO digelar pada medio 15-22 Februari 2022 melalui sambungan telepon kepada 1220 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi di Indonesia. 

Survei IPO ini menggunakan metode multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat dengan margin of error) 2.90 persen, dan  tingkat akurasi data 95 persen.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya