Berita

Haris Pertama saat ditemui di Kopi Politik, Jakarta Selatan/RMOL

Nusantara

Haris Pertama: Kuat Dugaan Saya jadi Target Pembunuhan dan Pelaku Orang Suruhan

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 01:20 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal di halaman parkir rumah makan Garuda, Cikini, Jakarta Pusat Senin siang tadi.

Ia diserang oleh tiga orang lebih secara membabibuta menggunakan batu dan benda tumpul. Akibatnya, pelipis kiri robek hingga mendapat sejumlah jahitan, pipi kiri dan area matanya bengkak lebam akibat pukulan. Usai mendapat perawatan, Haris diperbolehkan pulang.

Siang itu, ia sudah berjanji dengan salah satu tim hukum DPP KNPI dalam rangka kesiapan bersaksi dalam sidang ujaran kebencian bermuatan SARA Ferdinand Hutahaean di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.


“Saya baru keluar mobil, jalan tiga langkah langsung dihajar dari belakang,” tutur Haris ketika ditemui di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin malam (21/2).

Tiga orang lebih yang mengeroyoknya ini, kata Haris, terlihat sudah menyiapkan sejumlah benda-benda tumpul yang mematikan, seperti knucle (besi yang diselipkan di jemari) dan batu dibalut dengan handuk. Ketika mengeroyok, pelaku ungkap Haris saling memberi kode “mati” dan “bunuh” saling bersahutan sambil menendang dan memukul.  


“Dipukul ke arah bagian muka, (saya) sudah nunduk melindungi (diri) tetap terus dihajar mata saya, kepala saya pokonnya area vital,” beber Haris.

Pengeroyokan ini bisa berakhir setelah salah satu rekannya yang sudah berada di dalam restoran mengetahui. Sebab, kata Haris sekuriti restoran terlihat diam tak berani melerai pelaku.

“Saya duga pelaku bawa senjata tajam, karena sekuriti takut memisahkan. Rekan saya yang tahu saya dipukuli langsung melawan mereka,” terang Haris.

Melihat tindakan pelaku yang sporadis ini, Haris menduga kuat dirinya memang ditargetkan untuk dibunuh. Sebab, jika hanya berniat melukai, pelaku tak sampai membawa sejumlah benda tumpul dan mematikan yang terlihat memang sudah disiapkan.

“Kalau cuma mau melukai, gak mungkin gebukinnya sampai begitu. Darah saya sudah penuh di muka, masih tetap mereka pukuli. Ya minimal targetnya koma-lah,” kata Haris lagi.

Ketum KNPI ke-14 ini berkeyakinan bahwa pelaku merupakan orang-orang suruhan. Pasalnya, ia sama sekali tidak mengenal bahkan tidak merasa mendapatkan ancaman selama satu minggu terakhir.

Dan yang menguatkan, ungkap Haris, dirinya merasa telah dibuntuti sejak tiga hingga empat hari lalu. Dimana rekaman CCTV di kediamannya menangkap orang yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyokan.

“Saya yakin ini orang suruhan, saya baru di Jakarta kemarin, CCTV dirumah menangkap. Pakaian yang digunakan sama hanya motornya berbeda,” tukas Haris.

Oleh karena itu, ia berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap dalang di balik aksi ini. Dengan begitu, motif pengeroyokan segera diungkap kepada publik.

“Saya berharap polisi segera menangkap pelakunya, mengetahui dalang dan apa motifnya menyerang saya secara membabibuta,” demikian Haris.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya